google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham PTBA | 27 Oktober 2017 Langsung ke konten utama

Analisa Saham PTBA | 27 Oktober 2017

PTBA mencatatkan kinerja yang luar biasa hingga kuartal ketiga tahun ini. Pendapatan emiten selama 9 bulan yang berakhir pada 30 September 2017 sebesar Rp 13,22 Triliun, atau naik 31,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 10,04 Triliun. Sementara laba bersih PTBA pada kuartal III 2017 melonjak 250% menjadi Rp 2,63 Triliun, atau naik jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,05 Triliun. Sepanjang kuartal ketiga tahun ini EPS atau laba per lembar saham PTBA telah mencapai Rp 1.139/lembar. Capaian ini melebihi kinerja EPS full year selama 3 tahun terakhir (2014-2016).

Secara teknikal, PTBA masih mampu bertahan di support level 10.550 yang dulunya merupakan resistennya sebelum di break out. Disamping itu, PTBA juga masih bertahan di atas garis MA 20 nya. Indikator teknikal MACD masih bergerak naik mendekati centreline, sementara Stochastic telah golden cross lagi. Dari kondisi ini menunjukan bahwa PTBA cenderung untuk bergerak naik dalam jangka pendek.

Saat ini PTBA sedang menguji downtrend resistennya. Apabila resisten tersebut dapat ditembus keatas dan dilewati, maka PTBA berpeluang menuju target terdekat dikisaran 11.700-11.900. Nantinya apabila kenaikan saham ini mampu berlanjut, maka PTBA akan menuju target berikutnya dikisaran 12.800-13.000.

Rekomendasi: Buy. Stoploss jika gagal bertahan di 10.550.

StepTrader

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...