google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham BEKS | 21 Desember 2017 Langsung ke konten utama

Berita Saham BEKS | 21 Desember 2017

Berita Saham BEKS

PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo melakukan 3 (Tiga) Penandatanganan Kerjasama dengan Bank Banten Tbk tentang Asuransi Kredit Konsumtif, Asuransi Umum, dan Kontra Bank Garansi di Graha Askrindo, Jakarta (21/12.

Perjanjian kerjasama yang ditandatangani oleh Direktur Operasional Komersil, Dwi Agus Sumarsono dan Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa, bertujuan untuk mempererat sinergi kedua perusahaan tersebut.

Dwi Agus menjelaskan, untuk menuju Market Leader 2020, Askrindo terus memperbanyak kerjasama dengan lini perbankan karena, hampir seluruh bisnis itu ada di perbankan.

"Bank Banten kita lihat cukup agresif dan memiliki potensi yang cukup bagus, dan angka penyaluran kredit mereka juga cukup besar jadi kita berikan mereka Asuransk Kredit yang merupakan produk unggulan dari Askrindo, dan ini juga bagus untuk kita karena akan menambah premi untuk kita," ujar Dwi di Graha Askrindo Kemayoran, Kamis (21/12).

Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa menyatakan, akan terus berkomitmen menempatkan Askrindo di tempat yang special untuk Bank Banten. Dia mengharapakn PKS ini terus memberiman manfaat bagi kedua perusahaan.

"Kerjasama pertama ini nantinya akan kita kembangkan dan kita akan terus besinergi dengan Askrindo karena Askrindo merupakan perusahaan yang besar dan milik negara serta Askrindo merupakan perusahaan berpengalaman untuk menerbitkan Asuransi Kredit jadi kedepan Risiko kita akan dibackup oleh Askrindo," ujar Fahmi.

Ditempat yang sama, Direktur Operasional Bisnis Ritel Askrindo Anton Siregar menjelaskan, Askrindo akan terus masuk ke semua perbankan, tidak hanya bank Himbara, Swasta maupun Bank Pembangunan Daerah

"Di daerah, pembangunan insfrastruktur juga cukup besar apalagi dikaitkan dengan otonomi daerah, salah satunya Bank Banten ini, kita masuk dan menawarkan beberapa produk kita yang nantinya bisa bersama sama kita kembangkan antara lain, asuransi kontraktor, Asuransi Kredit dan lainnya," ujar Anton.

Anton menyampaikan, PKS ini harus menjadi win win solution, Askrindo mengcover penjaminan risiko Bank Banten dan Askrindo mendapatkan premi dari Bank Banten. "Kita optimis ini akan menjadi win win solution untuk kedua perusahaan," tutup mantan Bankir BNI ini. (end/as)

IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...

BBNI | BNI PALEMBANG KEJAR TARGET PERTUMBUHAN NASABAH 12 PERSEN

IQPlus, (09/09) - Bank BNI Wilayah Palembang yang membawahi lima provinsi di Sumatera bagian selatan mengejar pertumbuhan nasabah hingga 12 persen pada 2019 untuk menggenjot kenaikan pendapatan dari dana pihak ketiga (DPK). Pemimpin BNI Wilayah Palembang Dodi Widjajanto di Palembang, Senin, mengatakan saat ini jumlah nasabah sudah mencapai 2 juta, namun masih memiliki potensi untuk bertambah selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap industri perbankan. Dengan luasnya sebaran wilayah kerja yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung kami optimis target ini dapat tercapai,. kata Dodi. Dodi mengatakan dari jutaan nasabah itu, 10 persennya merupakan nasabah dari segmen usia milenial. Oleh karena itu, perusahaan berupaya meningkatkan jumlah nasabah dari kalangan tersebut. Salah satunya, kata dia, pihaknya gencar melakukan edukasi keuangan kepada generasi milenial atau mereka yang berusia produktif. Misalnya kami telah meluncurkan produk...