google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham PADI | 15 Februari 2018 Langsung ke konten utama

Berita Saham PADI | 15 Februari 2018

Berita Saham PADI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membantah kabar yang menyebutkan bahwa PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk telah membatalkan rencana akuisisi PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, karena belum ada laporan Pemegang Saham Pengendali (PSP) yang masuk ke OJK.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso membantah adanya pembatalan secara resmi terhadap rencana akuisisi saham Bank Muamalat oleh PADI. "Yang ngomong batal itu siapa? Tidak ada pemegang saham pengendali yang datang ke kami," ujarnya di Jakarta, Kamis.

Wimboh mengatakan, rencana penambahan modal perbankan seharusnya melewati mekanisme pelaporan PSP ke OJK. "Yang kami minta, kalau ada bank yang membutuhkan tambahan modal, kami pasti meminta ke pemegang saham pengendali," katanya.

Dia menyebutkan, sumber pendanaan untuk menambah modal bisa diperoleh dari kas internal maupun pinjaman dari pihak lain. "Kalau ada investor yang ingin menjadi pemegang saham pengendali, dia harus ngomong juga ke pemegang saham pengendalinya," ucap Wimboh.

Wimboh menegaskan, sebagai perusahaan terbuka seharusnya PADI tidak menyampaikan terlebih dahulu rencana akuisisi tersebut kepada publik. "Pemegang saham pengendali pun kami sarankan, siapa pun yang menginginkan akuisisi, silahkan setor modal," katanya.

Dia mengaku, saat ini OJK sudah memengang satu nama investor yang akan menjadi PSP Bank Muamalat. "Kami sudah confirm salah satu investor," kata Wimboh sembari menegskan bahwa pihaknya belum menerima surat resmi terkait pembatalan rencana akuisisi Bank Muamalat oleh PADI. (end/bd)

IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

INI PENJELASAN PAN BROTHERS TERKAIT AKSI UNJUK RASA KARYAWAN PABRIK DI BOYOLALI

Ribuan karyawan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan unjuk rasa di depan pabriknya pada Rabu (5/5/2021). Pasalnya, unjuk rasa yang akhirnya mendorong karyawan melakukan mogok kerja tersebut, dipicu adanya informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga akan dicicil delapan kali. Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni menjelaskan bahwa, adanya kesalah pahaman dari penerimaan info yang disampaikan ke karyawan dan karyawati dan mengakibatkan simpang siurnya berita yang muncul di media "Pagi tanggal 5 Mei 2021 kami mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati kami, bahwa saat ini kondisi Arus Kas / Cash Flow perusahaan agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,"kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Kamis, (6/5). Oleh karena itu, de...