google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham RBMS | 20 Maret 2018 Langsung ke konten utama

Berita Saham RBMS | 20 Maret 2018

Berita Saham RBMS
PT Ristia Bintang Mahkota Sejati Tbk (RBMS) akan menawarkan harga saham rights issue sebesar Rp216 per lembar saham dengan jumlah saham yang dikeluarkan mencapai 1.185.213.000 lembar dengan harga nominal Rp200.

Menurut prospektus perseroan Selasa, dengan demikian maka total dana yang bisa diraih mencapai Rp256.006.008.000. Setiap pemegang 19 saham yang namanya tercatat hingga 28 Maret 2018 berhak atas 69 HMETD dimana 1 HMETD berhak untuk membeli 1 saham baru.

Richard R. Wiriaharja selaku pemegang saham utama perseroan, PT Ristia BMS Capital, Michella Ristianadewi dan Maria Florentina telah menyatakan akan melaksanakan seluruh haknya. Dilusi kepemilikan saham dalam rights issue ini sebesar 78,39%.

Cum dan ex di pasar reguler/negosiasi pada 23 dan 26 Maret 2018 dan di pasar tunai 28 dan 29 Maret 2018 dengan periode perdagangan 2-6 April 2018. Dana hasil rights issue ini akan digunakan antara lain membeli saham PT Tiara Raya Bali Internasional sebanyak 41.363 saham atau 59,09% senilai Rp74,45 miliar.

Selain itu juga akan digunakan penyertaan saham dalam TRBI sebesar Rp120 miliar yang akan digunakan untuk pembayaran penggunaan laha hingga tahun 2033 tempat lokasi Hotel Le Meridien Bali, pinjaman kepada PT Alam Indah Selaras anak usaha perseroan Rp45,1 miliar dan sisanya digunakan untuk modal kerja perseroan. (end)

Source:
IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...