google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham AKRA | 4 April 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham AKRA | 4 April 2018

Valbury Sekuritas Sekuritas on AKR Corporindo (AKRA) 03/21/2018

Goes into expansion mode

- Laba bersih AKRA tumbuh 18,9% YoY menjadi Rp1,20 triliun di 2017, menyumbang 93,5% / 105,9% dari perkiraan konsensus / konsensus kami. Pendapatan meningkat sebesar 20,2% YoY menjadi Rp18,29tn di tahun 2017, terutama didorong oleh segmen perdagangan dan distribusi yang melonjak 21,4% YoY menjadi Rp16,57tn seiring meningkatnya ASP minyak bumi sebesar 22,0% YoY, sementara volume bahan kimia dasar dan ASP meningkat sebesar 12,6% YoY dan 20,4% YoY, masing-masing.

- Kami mengasumsikan volume distribusi minyak bumi mencapai 2,3 juta KL pada 2018 dengan margin yang relatif stabil, didukung oleh peningkatan permintaan di sektor batubara dan pembangunan infrastruktur terutama di Sumatera. Lebih jauh lagi, kami memperkirakan harga minyak akan naik tahun ini karena OPEC memperpanjang penurunan produksi. Selain itu, AKRA ditugaskan untuk mendistribusikan 250.000 KL solar selama 5 tahun ke depan, membawa kepastian investasi. Sehubungan dengan distribusi kimia dasar, kami mempertahankan asumsi pertumbuhan 5% YoY untuk 2018 sejalan dengan pemulihan ekonomi dan perluasan kapasitas kepala sekolah. Selain itu, kami berharap AKRA menambah kapasitas terminal tangki sebesar 270.000 KL pada 2019 untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.

- Valuasi: BUY dengan TP Rp7,500

Mirae Asset

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...