google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham INDF | 6 April 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham INDF | 6 April 2018

Ciptadana Sekuritas Sekuritas on Indofood Sukses Makmur (INDF) 03/23/2018
Improved performance yet challenging prospect in 2018

- Indofood Sukses Makmur (INDF) melaporkan pendapatan Rp70,18 triliun atau meningkat 5,3% YoY. Karena COGS naik sedikit lebih tinggi daripada pendapatan, laba kotor secara keseluruhan meningkat 2,7% menjadi Rp19,9 triliun. Hal ini semakin mendorong laba operasional tumbuh sebesar 3,5% YoY. Di sisi lain, pendapatan operasional lainnya melonjak sebesar 38,4% yang sebagian besar disebabkan oleh laba bersih devisa sebesar Rp 152,2 miliar dari penurunan utang valas AS (-11,5%). Sementara itu, laba bersih rata-rata YoY (+ 0,6%) pada efek basis yang tinggi karena INDF membukukan pendapatan sebesar Rp414 miliar dari operasi yang dihentikan (China Minzhong) pada tahun 2016.

- Produk Bermerek (+ 5,2% YoY) adalah penyumbang pendapatan terbesar dari 50,3% pendapatan dan 64,3% dari EBIT. Bogasari mencatat pertumbuhan volume 4% dengan pendapatan kecil meningkat (+ 0,9%). Harga terigu rendah menyeret ASP-nya. Tepung terigu menyumbang 22,2% dari pendapatan INDF (-0,3% YoY) dan 14,8% dari EBIT perusahaan. Agribisnis menikmati harga CPO yang tinggi (rata-rata USD $ 717) dan naiknya produksi (+ 1%). Divisi ini mewakili 19,5% dari pendapatan INDF dan 18,6% dari EBIT. Terakhir, bisnis Distribusi menghasilkan penjualan dan EBIT tumbuh sebesar 5,6% dan 14,6%, terutama, dimana 8% dan 2,3% dari total Pendapatan dan EBIT.

- Valuasi: HOLD dengan TP Rp7,800

Mirae Asset

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...