google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham AMRT | 3 April 2018 Langsung ke konten utama

Berita Saham AMRT | 3 April 2018

Berita Saham AMRT

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) akan menambah jaringan toko dengan membuka 800 gerai baru pada tahun ini baik di Pulau Jawa maupun bagian timur Indonesia.

Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Hans Prawira, usai penandatanganan kerja sama dengan Standard Chartered Bank di Jakarta, Senin, mengatakan Alfamart hingga akhir Desember 2017 telah memiliki 13.477 jaringan toko di berbagai wilayah Indonesia.

"Hingga akhir Desember 13.477 toko. Target tahun ini 800 toko, kalau tahun lalu pembukaan gerai 1.111 toko," kata Hans.

Ada pun dari 800 gerai baru yang akan dibuka, terdiri dari 150 toko waralaba dan 650 toko reguler.

Hans menyebutkan lokasi gerai baru yang akan dibuka disesuaikan dengan letak pusat distribusi, yakni secara umum di Pulau Jawa dan sekitar 50 persen menyasar luar Pulau Jawa seperti Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.

Menurut dia, pembukaan gerai di luar Pulau Jawa tersebut potensial dan terbukti mengangkat daya beli masyarakat. Perusahaan juga akan mengoptimalkan pusat distribusi yang cenderung belum dimanfaatkan.

"Distribution center kami ada 32. Tentunya DC yang masih 'under utilized' ingin kami optimalkan. Di luar Pulau Jawa itu kan relatif masih baru, jadi kami akan coba genjot investasi dan ekspansi di sana," kata dia.(end)

Source:
IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...