google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham BBNI PT Bank Negara Indonesia | 4 April 2018 Langsung ke konten utama

Berita Saham BBNI PT Bank Negara Indonesia | 4 April 2018

Berita Saham BBNI PT Bank Negara Indonesia
PT Bank Negara Indonesia (BNI) (Persero) Tbk Wilayah Manado mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi (PE) Kabupaten Pulau Morotai Maluku Utara (Malut) di tahun 2018 ini.

"BNI bekerja bahu-membahu dengan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan-kawasan kepulauan Morotai," kata CEO BNI Wilayah Manado Hari Satriyono di Morotai, Rabu .

Hari Satriyono mengungkapkan, beberapa langkah strategis yang dilakukan BNI dalam percepatan pembangunan ekonomi itu adalah pertama, membantu Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dalam memudahkan pendistribusian bantuan-bantuan sosial yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pulau Morotai.

Dia menjelaskan untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai tersebut, BNI menerbitkan Kartu Morotai Sejahtera.

Kartu tersebut terafiliasi dengan tabungan yang menampung dana bantuan sosial dari Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, dimana pada tahap awal sekitar 2.600 rekening dibuka untuk menampung bantuan sosial untuk warga Lamjut Usia, penyandang disabilitas, anak-anak yatim piatu dan janda. Sebanyak 1.600 rekening lainnya diperuntukan sebagai rekening untuk bantuan bagi imam, pendeta dan petugas kebersihan.

Sosialisasi mengenai kartu Morotai Sejahtera ini sudah dilakukan pada tanggal 20 Maret 2018 yang lalu bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun pemerintah Kabupaten Pulau Morotai.

"Bantuan sosial ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat di Morotai, dan mendukung penyaluran dana bantuan yang tepat waktu dan tepat sasaran," ujar Hari Satriyono. (end)

IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berita Saham BCAP 22 Mei 2017

MNC KAPITAL INDONESIA BERNIAT TAMBAH MODAL TANPA HMETD IQPlus, (22/05) - PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) akan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) sebanyak-banyaknya 406.627.281 saham dengan nominal Rp100 atau maksimal 7,43% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Menurut keterangan perseroan Senin disebutkan bahwa Penambahan Modal Tanpa HMTED ini memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada 30 Mei 2017 mendatang. Rencananya dana hasil PMTHMETD ini setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan untuk investasai dan modal kerja untuk perseroan dan entitas anak dengan pembagian 70% dan 30%. Bagi pemegang saham perseroan akan mengalami dilusi kepemilikan saham secara proporsional sesuai dengan jumlah saham baru yang dikeluarkan maksimal 6,92%. Dilusi ini menurut perseroan relatif kecil dan terjadi pada harga pasar sehingga tidak me...

INDUSTRI LOGAM DAN BAJA TUMBUH POSITIF TAHUN 2021.

Meskipun tantangan Covid-19 masih belum berakhir, kinerja industri nasional cukup menggembirakan dibanding tahun 2020, dengan indikasi rata-rata Purchasing Manager's Index (PMI) selama 2021 menunjukkan angka 50 atau ada dalam ahap ekspansif. Hal ini juga ditunjukkan oleh kinerja sektor industri logam dan baja yang turut mengalami pertumbuhan positif selama tahun 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada kuartal III tahun 2021, sektor industri logam dengan HS 72-73 mampu tumbuh di atas 9,82 persen. Kinerja ini juga didukung ekspor produk baja hingga November 2021 mencapai USD19,6 miliar dan mengalami surplus sebesar USD6,1 miliar. Direktur Industri Logam, Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Budi Susanto mengemukakan, pertumbuhan positif sektor baja akibat upaya pengendalian yang dilakukan pemerintah dengan konsep smart supply demand, yang diterapkan dengan berpihak pada industri baja nasional mulai dari sektor hulu...

Puradelta (DMAS) Raih Marketing Sales Rp1 Triliun Di Semester I 2023

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) selaku pengembang Kota Deltamas Cikarang menyampaikan bahwa peruusahaan meraih prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp1 triliun pada semester pertama tahun 2023, atau sekitar 59,7% dari target marketing sales tahun 2023 sebesar Rp1,8 triliun. Perolehan marketing sales tersebut menjadi tolok ukur kalau kebutuhan ruang serta produk komersial maupun area industri masih cukup tinggi. Hal itu dikatakan, Direktur Sales & Marketing PT Puradelta Lestari Tbk, Stanley W. Atmodjo, dalam keterangan tertulisnya, yang dikutip, Rabu (16/8). Untuk meningkatkan produk komersial, kata Stanley W. Atmodjo, perusahaan kembali meluncurkan klaster komersial terbaru yakni Greenland Square yang mengusung konsep commercial lot berlokasi di Jalan Utama Kota Deltamas. "Ruang komersial telah menjadi sarana pendukung untuk sebuah kawasan hunian seiring terus berkembangnya populasi di kawasan residensial. Kami menghadirkan kawasan komersial premium Greenland Square di K...