google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham TPIA | 26 April 2018 Langsung ke konten utama

Berita Saham TPIA | 26 April 2018


CHANDRA ASRI BAGI DIVIDEN 30% DARI LABA 2017.
IQPlus, (26/04) - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) membagikan total dividen sebesar Rp 1,32 triliun atau 30% dari laba bersih perseroan pada tahun buku 2017.

Setiap pemegang saham berhak mendapatkan masing-masing Rp 74,5/saham. Sekitar Rp 33,87/saham telah dibayarkan sebagai dividen interim pada tanggal 4 November 2017, sedangkan sisanya akan dibayarkan pada 4 Mei 2018 mendatang.

Menurut informasi keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), sekitar 68% dari laba bersih 2017 atau sebesar Rp 3,01 triliun akan digunakan perseroan sebagai laba ditahan. Sedangkan sisanya yaitu 2% atau sebesar Rp 87,53 juta akan disisihkan sebagai cadangan.


Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar perseroan juga memutuskan untuk mengangkat kembali susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan sebagai berikut :

Direksi Perseroan
Presiden Direktur : Erwin Ciputra
Wakil Presiden Direktur : Kulachet Dharachandra
Wakil Presiden Direktur : Baritono Prajogo Pangestu
Direktur : Lim Chong Thian
Direktur : Piboon Sirinantanakul
Direktur : Fransiskus Ruly Aryawan
Dewan Komisaris :
Presiden Komisaris dan Independen : Djoko Suyanto
Wakil Presiden Komisaris dan Independen : Tan Ek Kia
Komisaris dan Komisaris Independen : Ho Hon Cheong
Komisaris : Loeki Sundjaja putra
Komisaris : Agus Salim Pangestu
Komisaris : Chaovalit Ekabut
Komisaris : Cholanat Yanaranop
http://www.iqplus.info/news/stock_news/tpia-chandra-asri-bagi-dividen-30--dari-laba-2017,15091249.html

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...