google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham SCMA | 28 Mei 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham SCMA | 28 Mei 2018

Surya Citra Media

(SCMA IJ)


Expecting a higher rate card
For 4Q17, Surya Citra Media (SCMA) posted net profit of IDR217.9bn, falling 36% YoY
and 14.2% QoQ. Cumulative FY17 net profit was IDR1.32tr, missing our estimate (88%
achievement). The weaker-than-expected bottom line stemmed from operating
profit, which was a mere IDR1.7tr in FY17 (-11.2% YoY; 89% achievement vs. our
forecast).
We attribute the weak result to higher-than-expected operating expenses in 4Q17,
which came to IDR256.4bn (+45% QoQ, +34% YoY). This was due to: 1) higher legal
service professional fees (+48% YoY to IDR77.8bn in FY17 vs. IDR52.6bn in FY16); 2)
higher promotional expenses in October and November 2017 related to newly
produced sinetrons (causing FY17 promotional expenses to swell 86.3% YoY to
IDR16.3bn); and 3) higher amortization expenses on the intangible asset of Sinemart
(+660% to IDR49.5bn in FY17). The company stated that the amortization expense
arising from the acquisition of Sinemart is a non-cash item and will be amortized on a
straight-line basis until 2033 (IDR42bn/year, to be expensed in the fourth quarter
every year). Meanwhile, we believe the increase in promotional expenses is a one-off
factor, as the company has been able to maintain its audience share.
FY17 revenue in line with our estimate
Regarding top line, SCMA booked 4Q17 revenue of IDR1.028tr, increasing 1.9% QoQ
but declining 6.9% YoY. Cumulative FY17 net revenue was IDR4.45tr, in line with our
forecast (98% achievement). Notably, SCMA grabbed the highest all-time audience
share in December, at 31.8% (vs. MNCN’s 31.5%), due to significant gains in both
prime-time and non-prime-time audience shares. We believe 4Q17 revenue did not
yet reflect the strong audience share, as there is a lagging effect.
Upbeat on 1Q18 revenue
For 1Q18, SCMA targets decent revenue growth of at least 12% YoY on the back of
higher ad spending by large multinational, tobacco, local, and e-commerce
companies. On top of the higher demand from advertisers, we believe the company
will be able to command a higher rate card given the strong audience share gains
since mid-November; this should support revenue growth in 2018.
Reiterate Trading Buy
We raise our 2018 revenue forecast by around 4% and derived a new target price of
IDR2,980. Our target price is based on a blended calculation of 33x 2018F P/E (+1
stdev) and 10-year DCF valuation. Currently, SCMA is trading at 26x 2018F P/E, in line
with -1 stdev.


Christine Natasya
+62-21-515-1140 (ext 233)
natasya@miraeasset.co.id

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Kisah Orang Terkaya: George Soros, Investor Kakap yang 'Merusak' Bank Inggris

Salah satu orang terkaya, George Soros memiliki kekayaan bersih USD8,6 miliar (Rp124 triliun). Soros merupakan pendiri dan ketua Soros Fund Management LLC. Dia berada di peringkat 56 orang terkaya di Amerika oleh Forbes dan orang terkaya ke-162 secara global. Soros mengumpulkan kekayaannya sebagai salah satu spekulan terbesar dunia di pasar keuangan global. Taruhannya yang terkenal melawan pound Inggris pada tahun 1992 menghasilkan keuntungan lebih dari USD1 miliar dan memberinya gelar "orang yang merusak Bank of England". Quantum Fund miliknya menghasilkan pengembalian tahunan 35% selama 25 tahun. Selain itu, kegiatan filantropisnya telah menuai banyak pujian, sementara pernyataan politiknya memicu banyak kontroversi. George Soros lahir di Budapest, Hongaria, pada 12 Agustus 1930. Nama belakang kelahiran Yahudinya adalah Schwartz. Ayahnya mengubah nama belakangnya menjadi Soros pada tahun 1936 untuk menghindari potensi masalah dengan agama mereka. Ayah George Soros, Tivadar,...

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...