google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham BSDE | 20 Juni 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham BSDE | 20 Juni 2018


Ciptadana Sekuritas on Bumi Serpong Damai (BSDE) 05/28/2018

Slow 1Q earnings however pre-sales remain bullish

- Bumi Sepong Damai (BSDE) melaporkan pendapatan yang lebih rendah dari perkiraan di 1Q18 di Rp1.70 tn (-3% YoY). Pendapatan tetap mencerminkan penetapan yang lebih lambat atas penjualan pemasaran perusahaan yang flat dalam tahun 2015-16. Karena Opex naik 18% YoY, laba operasional menurun 12% YoY menjadi Rp665 miliar dengan margin turun menjadi 39% (vs 43% di 1Q17). Ditambah dengan tekanan, perusahaan juga membukukan kerugian Rp63 miliar di forex (vs Rp19 miliar laba forex di 1Q17) dan penurunan 73% pendapatan lainnya. Laba bersih turun 44% YoY menjadi Rp407 miliar yang meleset dari ekspektasi kami dan konsensus sedangkan hanya mewakili 8% dan 13%.

- Perusahaan membukukan Rp2,5 triliun pra-penjualan dalam Jan-Mar tahun ini atau menyumbang hampir 35% dari target penjualan pra FY18 mereka. Pencapaian ini 58% lebih tinggi dari 1Q17 didukung oleh Rp1,6 triliun dari segmen komersial dengan sebagian besar penjualan berasal dari Southgate Apartment Jakarta dan Klaska Residence Surabaya. Sementara itu, penjualan residensial sebesar Rp956 miliar di 1Q18, didukung oleh peluncuran beberapa klaster seperti Zora, Jadeite, dan Tevana semua di BSD City, Tangerang. BSD City tetap menjadi penyumbang terbesar sebesar 39% dari total penjualan pemasaran, diikuti oleh Klaska Residence (14%) dan Southgate Apartment (10%).

- Valuasi: BUY dengan TP Rp2,350

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...