google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham ADHI | 4 Oktober 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham ADHI | 4 Oktober 2018


Mirae Asset Sekuritas Indonesia on ADHI – 2Q18 review: Largely within our expectations by Giovanni Dustin (giovanni@miraeasset.co.id)

- 2Q18 revenue was in line with our estimates - 2Q18 pendapatan: IDR2.9tr (-6% QoQ, flat YoY), 1H18 run rates: 34%/32% Mirae/cons. Pendapatan konstruksi turun menjadi IDR2.4tr (-10% QoQ, 10% YoY), pendapatan properti (+61% QoQ, + 115% YoY) membantu meredam penurunan. Marjin EBIT naik menjadi 11% (vs 10% di 1Q18 dan 9% di 2Q17) karena ekspansi bisnis properti (margin lebih tinggi) dan turnaround bisnis EPC.

- Bottom line also met expectations - 2Q18 laba bersih: IDR139bn (+ 90% QoQ, + 24% YoY), laba bersih 1H18: IDR213bn, mencapai 26%/27% milik Mirae/cons FY18F. Beban bunga bersih meningkat menjadi IDR227bn (+ 52% YoY) di 1H18. Khususnya, net gearing meningkat menjadi 0,8x (1H17: 0,6x), sementara interest coverage turun menjadi 3,0x (1H17: 3,6x).

- Set to receive IDR3.6tr in 4Q18 - ADHI mengharapkan untuk menerima total pembayaran LRT sebesar IDR8.8tr tahun ini, tetapi karena pembebasan lahan yang lebih lambat dari perkiraan, kami memperkirakan ADHI akan menerima hanya IDR7tr tahun ini. ADHI akan menerima IDR3.6tr di akhir Oktober. Kami melihat potensi penundaan pembayaran lebih lanjut karena masalah pembebasan lahan dan izin.

- Maintain Hold with TP of IDR1,650 (Ilustrasi selengkapnya dapat dibaca https://goo.gl/kGtMoc)

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...