google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham INDY | PT Indika Energy Tbk Masih Prospektif Langsung ke konten utama

Berita Saham INDY | PT Indika Energy Tbk Masih Prospektif

Manajemen PT Indika Energy Tbk menilai bisnis batu bara masih tetap prospektif dan menjadi andalan perseroan, sekalipun harga di pasar dunia sering fluktuasi.

"Kami memiliki anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang seperti minyak dan gas bumi, pembangkit listrik, dan batu bara," kata Managing Director & CEO PT Indika Energy Tbk Azis Armand kepada pers di Jakarta, Rabu.

Salah satu anak perusahaan perseroan yang mengelola batu bara adalah Kideco yang terletak di Paser, Kalimantan Timur. Luas konsesinya 50.921 hektare.

Perusahaan tambang ini berdiri sejak tahun 1982, dan kontraknya akan berakhir pada tahun 2023. Estimasi cadangan batu bara yang dimiliki 422 juta ton dengan 50 konsumen di 16 negara dengan tujuan utama ke China dan India.

Diakuinya bisnis batu bara pada 2012-2015 memang sempat lesu akibat harga di pasar dunia yang turun tajam, namun mulai merangkak naik awal 2017. Akibat penurunan harga tersebut perseroan sempat terpukul namun tetap bisa berjalan dengan baik dengan cara meningkatkan efisiensi.

Hingga saat ini, pasokan batu bara dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) mencapai 25 persen dari total produksi dengan rata-rata produksi mencapai 2,5 hingga 2,6 juta ton setiap bulan dengan target produksi hingga akhir tahun 34 juta ton. Ini setelah perusahaan mengajukan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk menambah produksi batu bara sebesar 2 juta ton.

Mengenai rencana investasi senilai 108 juta dolar AS untuk mendukung bidang logistik, awalnya, perseroan merencanakan mengalokasikan investasi senilai 20 juta dolar AS. Namun, dalam realisasi tersebut tidak jadi, sebab investasi awal senilai 20 juta dolar AS akan dilakukan pada awal 2019.(end)


http://www.iqplus.info/news/stock_news/indy-indika-energy-nilai-bisnis-batu-bara-masih-tetap-prospektif,97073158.html

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Membaca Grafik Saham di Bursa Efek

grafik candlestick saham Pergerakan harga instrumen finansial baik saham maupun forex biasanya digambarkan dalam bentuk grafik. Grafik ini memudahkan trader untuk mengetahui pola-pola pergerakan harga yang terjadi sebelumnya. Ada beberapa jenis grafik yang biasa dipakai di pasar finansial yaitu: Line Chart/Grafik Garis Bar Chart/Grafik Batang Candlestick Chart/Grafik Lilin Grafik  Line Chart  hanya memuat data harga dipenutupan perdagangan yang digambarkan dalam bentuk garis saja. Sementara  Bar Chart  dan  Candlestick Chart  hampir sama dikarenakan memuat data harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi dan terendah. Hanya saja grafik candlestick lebih mudah dibaca dibandingkan grafik bar. Di samping itu keunggulan lain dari candlestick chart adalah mampu menampilkan psikologi pasar dengan tampilan yang lebih mudah dibaca. Berikut tampilan masing-masing chart menggunakan contoh Indeks S&P500: Line Chart Bar Chart Candlestick Chart Saya priba

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan kata lain, pemegan

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d