google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham RAJA | Aset PT Rukun Raharja Tbk. Meroket Langsung ke konten utama

Saham RAJA | Aset PT Rukun Raharja Tbk. Meroket


Bisnis.com, JAKARTA — Aset PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) melonjak 190,5% menjadi US$215 juta dari sebelumnya US$74 juta setelah merampungkan akuisisi DSME ENR Cepu (DEC).

Corporate Secretary Rukun Raharja Cindy Budijono menyampaikan, total aset perseroan per Juni 2018 mencapai US$74 juta. Setelah merampungkan akuisisi 100% saham DEC, aset perusahaan melonjak menjadi US$215 juta.

"US$215 juta ialah total aset RAJA setelah mengonsolidasi akuisisi DEC," tuturnya kepada Bisnis, Rabu (3/10/2018).

Pada 28 September 2018, 252.500 saham atau 100% kepemilikan saham dalam DEC telah berpindah dan menjadi milik RAJA dari DSME (Daewoo Shipping Marine and Engineering) Korea Selatan. Hal ini menandakan ekspansi perusahaan di sektor hulu minyak dan gas.

Cindy menyampaikan, nilai transaksi akuisisi DEC mencapai US$2,31 juta. Sumber pendanaan berasal seluruhnya dari kas internal perseroan.

"Dengan tergabungnya DEC ke dalam perseroan, diharapkan RAJA juga memiliki kesempatan memasuki bisnis lainnya di bisnis hulu minyak dan gas di Indonesia," tambahnya.

Dari sisi keuangan, masuknya DEC juga akan langsung meningkatkan pendapatan perseroan. Transaksi ini juga menandai kembalinya kepemilikan atas sebagian aset negara dari kepemilikan asing kepada perusahaan swasta nasional.

Sebagai informasi, DEC merupakan pemegang 49% saham dalam PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC), yang mengempit 2,2423% Participating Interest dalam Blok Cepu.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...