google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham BBNI | 14 November 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Saham BBNI | 14 November 2018


BUY on Weakness BBNI

Key Highlight Result 9M18 BBNI :
Laba bersih tumbuh 12.6% YoY.
NIM turun menjadi 5.3% pada 3Q18, dibanding 5.4% pada 2Q18.
Adanya peningkatan kualitas asset, hal ini ditunjukkan oleh SML (2%) dan NPL (4%) yang lebih rendah.
Pertumbuhan kredit (+15.6% YoY) dan deposito (+14% YoY) yang lebih tinggi .

Valuasi BBNI 8.9x PE19F, 1.4x PBV19F, ROE 13.8% dan 11% pertumbuhan CAGR BVPS selama tiga tahun ke depan.

BBNI akan menaikkan suku bunga kredit, mengikuti BBCA dan BBTN.

Naiknya suku bunga JIBOR 1 bulan, tingkat referensi yang digunakan untuk beberapa floating rate BBNI.

Basis pendanaan BBNI yang lebih kuat, sebagaimana tercermin dalam pangsa pasar CASA C11% di 2Q18 (vs 9% pada 2013-14, siklus kenaikan suku bunga terakhir), dan likuiditas yang cukup (87% bank-only LDR sebagai 2Q18) akan membantu mengurangi tekanan biaya dana selama kenaikan suku bunga.

Technical analyst: BBNI membentuk long white bullish candle menunjukan minat beli yang besar dan asing masih masuk ke saham ini. BBNI positif MA di pergerakan jangka pendek hingga menengah dengan harga masih jauh dari jenuh, sinyal penguatan masih akan berlanjut. BBNI Buy di range harga 7800-7950 dengan support di 7700 dan resistance di 8200.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...