google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham HITS | 27 November 2018 Langsung ke konten utama

Berita Saham HITS | 27 November 2018

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pelayaran dan energi PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. membidik kenaikan pendapatan sebesar 21% pada tahun depan, didukung oleh perluasan bisnis perseroan secara organik.

Direktur Utama Humpuss Intermoda Transportasi Budi Haryono menyampaikan meski belakangan harga minyak dunia kembali lesu, kondisi itu tidak akan berpengaruh signifikan pada aktivitas operasional perseroan.

“Pada tahun ini, pertumbuhan industri kapal 7%—8%, membaik dari tahun lalu yang sebesar 4,1%. Untuk tahun depan, kami mengalokasikan US$62 juta untuk pembelian 5 buah kapal,” ungkap Budi dalam paparan publik di Jakarta, Senin (26/11/2018).

Budi menyampaikan perseroan akan meggunakan dana yang bersumber dari kas internal dan perbankan dengan prediksi komposisi masing-masing 25% dan 75% untuk alokasi belanja modal tersebut.

Sepanjang tahun ini, perseroan telah menggelontorkan investasi sebesar US$18 juta untuk pembelian 1 unit kapal LNG, US$8,7 juta untuk pembelian kapal oil tanker, dan US$11 juta untuk pembelian LPG Tanker. Perseroan juga menginvestasikan US$20 juta untuk sebuah proyek FSRU.

Selain membidik kenaikan pendapatan pada kisaran 21%, emiten dengan sandi HITS tersebut juga menetapkan target raihan laba periode berjalan pada kisaran 20%.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, Humpuss Intermoda Transportasi membukukan pendapatan usaha sebesar US$59,37 juta pada periode yang berakhir 30 September 2018, meningkat 16,25% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (yoy).

Kontribusi terbesar pendapatan perseroan yaitu sektor LNG sebesar 37%, oil sebesar 28%, dan petrokimia sebesar 21%. Komposisi ini menuju arah seimbang, jika dibandingkan dengan tahun lalu di mana LNG berkontribusi hingga 44%, oil 28% dan petrokimia hanya 15%.

Pada periode tersebut, perseroan membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$10,24 juta, meningkat 110,7% secara yoy.

Berdasarkan audit sementara yang dilakukan perseroan, Budi menyampaikan hingga akhir tahun perseroan diprediksi mengantongi kenaikan pendapatan sebesar 18,5% dan laba periode berjalan di kisaran 26%.


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) Dapatkan Rating Negatif

MOODYS UBAH PROSPEK SPINDO DARI STABIL MENJADI NEGATIF. IQPlus, (23/08) - Moodys Investor Service merubah prospek PT Steel Pipe Industry Tbk (ISSP) menjadi negatif dari stabil dimana pada saat yang sama menegaskan peringkat B2 corporate family rating perseroan. "Perubahan prospek menjadi negatif mencerminkan espektasi Moodys dimana gross margin Spindo masih mendapatkan tekanan karena volatilitas harga baja dalam 12-18 bulan ke depan yang menghasilkan peningkatan leverage dan cakupan bunga yang lemah," ujar Brian Grieser, vice president Moodys. Karena baja menyumbang hingga 95% dari harga pokok penjualan, Spindo terkena fluktuasi harga baja global dan domestik. Meski perusahaan menggunakan model biaya plus harga, Spindo tidak sepenuhnya meneruskan peningkatan harga baja kepada pelanggannya secara tepat waktu. Akibatnya margin kotor Spinti turun menjadi 15% dalam 12 bulan di Juni 2018 dari 18% di 2017 dan 25% di 2016. "Selain itu tingkat utang Spindo meningkat ka...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...