google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 27 Desember 2018 Langsung ke konten utama

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 27 Desember 2018

*Mirae Asset Sekuritas Indonesia*
Investment Information Team

*Market Review 27 Desember 2018*

Tercatat 294 saham menguat dan 139 saham melemah. *IHSG +62.7 poin (+1.02%) ke level 6,190.6*, dan *LQ-45  +7.9 poin (+0.81%) ke level 987.9*.

*Sectoral Return :*
- Agri +0.94%
- Mining +1.33%
- Basic-Ind +1.37%
- Misc-Ind +0.75%
- Consumer +0.97%
- Property +2.04%
- Infrastructure +1.29%
- Finance +0.67%
- Trade +1.03%
- Manufacture +1.04%

Investor asing *net buy senilai Rp 247 Miliar*.

*USD/IDR -16.00 poin (-0.11%)* terhadap Rupiah di angka 14,561.

*Suspended: PTSN*
Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Sat Nusapersada Tbk di Pasar Reguler dan Pasar Tunai pada hari ini sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini.

*Saham yang ditutup menguat*

- *MAPI ditutup menguat Rp 15 (+1.91%) ke level Rp 800*. Pefindo menegaskan peringkat idAA untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2014 Tahap II Seri B PT Mitra Adiperkasa Tbk senilai Rp280 miliar yang akan jatuh tempo pada 20 Februari 2019. Menurut keterangan yang diperoleh Kamis, perusahaan akan melakukan pembiayaan kembali atas obligasi yang akan jatuh tempo dengan menggunakan dana dari fasilitas kredit perusahaan yang belum terpakai.

- *WSKT menguat Rp 20 (+1.19%) ke level Rp 1,700*. PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melalui anak perusahaan dan cucu usahanya mendapatkan fasilitas pinjaman menjelang akhir 2018. Pinjaman tersebut untuk memenuhi kebutuhan operasional dan modal kerja. Salah satunya PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTPPT) yang merupakan anak usaha PT Waskita Toll Road (WTR) dengan kepemilikan saham sebesar 55 persen. WTR merupakan anak usaha perseroan dengan kepemilikan saham sebesar 79,88 persen.

- *JSMR menguat Rp 20 (+0.46%) ke level Rp 4,300*. PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) menargetkan pengerjaan perbaikan lereng jalan tol ruas Salatiga-Kartasura kilometer 489+500 memakan waktu empat hari. "Target kami pada jelang tahun baru pengerjaan ini sudah selesai sehingga pengguna jalan lebih nyaman dalam berkendara," kata Direktur Teknik PT JSN Aryo Gunanto di sela tinjauan lokasi di Boyolali, Jawa Tengah, Rabu.

- *BBNI menguat Rp 100 (+1.14%) ke level Rp 8,800*. Uang elektronik berbasis kartu milik PT Bank Negara Indonesia Tbk mencatatkan kinerja positif. Mengusung brand TapCash, BNI sudah mengedarkan 4,5 juta kartu hingga akhir November 2018. Adapun volume transaksi BNI TapCash telah mencapai Rp 350 miliar atau tumbuh 240% year on year (yoy). Sedangkan jumlah transaksi sebanyak 32 juta transaksi atau tumbuh 210% yoy. BNI TapCash juga sudah menggandeng 40.000 merchant.

*Saham yang ditutup melemah*

- *ISAT melemah Rp 10 (-0.58%) ke level Rp 1,690*. Selama perayaan Natal pada 25 Desember 2018, terjadi peningkatan trafik telekomunikasi secara signifikan pada jaringan Indosat Ooredoo, khususnya untuk trafik layanan data. Dibandingkan hari biasa, trafik data Indosat Ooredoo meningkat 12,9 persen menjadi 6.824 TeraBytes, dan meningkat 74,2 persen dibanding trafik data pada hari Natal tahun sebelumnya. Sementara itu, untuk trafik suara mengalami penurunan sebesar 14,86 persen dibandingkan trafik hari biasa, sedangkan trafik SMS naik sebesar 8,4 persen dibandingkan hari biasa.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...