google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Berita Saham BBNI | 31 Desember 2018 Langsung ke konten utama

Berita Saham BBNI | 31 Desember 2018

BNI TURUT BIAYAI RUAS TOL JAKARTA-CIKAMPEK II SELATAN.
IQPlus, (28/12) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI turut membiayai Proyek Jalan Tol Ruas – Jakarta Cikampek II Selatan yang hak pengelolaannya dipegang oleh PT Jasamarga Japek Selatan, perusahaan yang mayoritas dimiliki oleh PT Jasa Marga. Pembiayaan secara sindikasi yang BNI berikan terhadap proyek tersebut adalah dalam bentuk fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) Dana Talangan Tanah (DTT) dengan maksimum sebesar Rp1,39 triliun.

Penyaluran fasilitas kredit tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kredit Sindikasi DTT antara Direktur Utama PT Jasamarga Japek Selatan Dedy Krisnariawan Sunoto dengan Pgs. Pemimpin Divisi BUMN & Institusi Pemerintah (BIN) BNI Litasari Wahju Widjajanti serta jajaran pemimpin bank peserta sindikasi lainnya di Jakarta, Jumat (28 Desember 2018).

Corporate Secretary, BNI Kiryanto menuturkan, Jalan Tol Ruas – Jakarta Cikampek II Selatan memiliki panjang 64 kilometer dan masa konsesi selama 35 tahun sejak tahun 2017 sampai dengan 2052. Jalan tol ruas tersebut nantinya akan menghubungkan ruas tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) dan tol Cipularang. Kebutuhan dana pembebasan lahan dari Jalan Tol Ruas – Jakarta Cikampek II Selatan sendiri adalah sebesar Rp 5,5 triliun.

Sebesar 75,66% dari kebutuhan dana pembebasan lahan atau Rp 4,16 triliun dibiayai secara sindikasi oleh perbankan. Porsi BNI dalam pembiayaan sindikasi KMK Dana Talangan Tanah tersebut adalah sebesar Rp1,39 triliun atau setara 33,33%.

â€Å“Dalam pembiayaan tersebut, BNI juga bertindak sebagai Arranger dan Agen fasilitas. Tidak hanya kepada Jasamarga Japek Selatan, BNI juga turut memenuhi kebutuhan pembiayaan dari Jasa Marga Group. Secara keseluruhan, total dukungan pembiayaan BNI kepada Jasa Marga Group telah mencapai Rp20,86 triliun. Dukungan tersebut sejalan dengan langkah pemerintah yang menjadikan infrastruktur sebagai salah satu sektor prioritas dalam pembangunan,” ujar Kiryanto dalam keterangan perseroan, Jumat.

Sampai dengan saat ini BNI telah menyalurkan pembiayaan kepada 20 ruas jalan tol dengan total panjang ± 1.115,01 km atau ± 35% dari total panjang ruas tol di Indonesia sepanjang ± 3.206,25 km. (end/fu)


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...