Berita Saham PTRO | 8 Maret 2018

Berita Saham PTRO

PT Petrosea Tbk (PTRO) dan PT Indonesia Pratama (IP) telah menandatangani perubahan perjanjian jasa pertambangan pada 15 Januari 2018.

Menurut keterangan perseroan yang diperoleh kamis, nilai kotnrak dari perjanjian sebesar US$391,6 juta atau setara dengan Rp5,28 triliun dengan masa kontrak selama empat tahun.

Diharapkan kontrak ini akan dapat menambah pendapatan keuangan perusahaan dan juga ruang lingkup pekerjaan perseroan.

Perseroan dan PT Indonesia Pratama bukan merupakan pihak yang terafilasi. (end)

Source:
IQPLUS

Berita Saham JSMR | 8 Maret 2018

Berita Saham JSMR

PT Jasa Marga (Persero) bersama pemangku kepentingan lainnya meninjau ruas Tol Jakarta-Cikampek terkait kebijakan ganjil-genap untuk kendaraan pribadi yang akan diberlakukan mulai 12 Maret 2018.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani dalam konferensi pers di Kantor Pusat Jasa Marga Jakarta, Kamis, menyampaikan apresiasi terhadap Kementerian Perhubungan yang memberlakukan kebijakan ganjil-genap pada Akses Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur arah Jakarta.

"Pengaturan yang dibuat akan berdampak pada penurunan trafik. Animo pindah ke kendaraan umum bisa berhasil," kata Desi.

Selain aturan ganjil genap untuk kendaraan pribadi pukul 06.00-09.00 WIB pada Senin sampai Jumat, Kementerian Perhubungan juga menetapkan dua kebijakan yang diberlakukan mulai 12 Maret 2018 dengan ketentuan waktu yang sama untuk mengurangi kepadatan kendaraan di ruas Tol Cikampek.

Aturan tersebut yaitu Jam Operasional Angkutan Barang pada Golongan III, IV dan V; dan Lajur Khusus Angkutan Umum di Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur arah Jakarta.

Desi menilai ketiga kebijakan ini akan mengurangi lalu lintas dari Bekasi Barat dan Bekasi Timur menuju Jakarta setidaknya hingga 25 persen.

"Analisis lalu lintas di Bekasi Timur dan Barat jumlahnya 8.000 kendaraan paling 25 persen atau 2.000 yang akan berkurang. Kecepatan juga bertambah tadinya 15-20 km per jam bisa 35-40 km per jam saat diberlakukan," kata dia.(end)

source:
IQPLUS

Harga Emas ANTM | 8 Maret 2018

Harga Emas ANTM

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) alami penurunan sebesar Rp6.000 per gram pada Kamis ini dibandingkan harga emas pada Rabu kemarin, demikian juga dengan harga buyback emas yang turun Rp6.000 per gram.

Menurut logammulia.com disebutkan bahwa harga emas per gram di butik Pulogadung Jakarta berada di level Rp644.000 Kamis ini turun dari harga Rp650.000 per gram Rabu kemarin.

Sedangkan harga buyback emas pada Kamis ini berada di level Rp576.000 per gram turun dari harga buyback emas pada Rabu kemarin yang Rp582.000 per gram.

Produk Gram Price per Bar (Rp) Price per Gram (Rp) Stock
Emas Batangan 1 644.000 644.000 Available
Emas Batangan 2 1.249.000 624.500 Available
Emas Batangan 2.5 1.550.500 620.200 Available
Emas Batangan 3 1.855.000 618.333 Available
Emas Batangan 4 2.461.000 615.250 Available
Emas Batangan 5 3.077.000 615.400 Available
Emas Batangan 10 6.104.000 610.400 Available
Emas Batangan 25 15.185.000 607.400 Available
Emas Batangan 50 30.320.000 606.400 Available
Emas Batangan 100 60.590.000 605.900 Available
Emas Batangan 250 151.350.000 605.400 Not Available
Emas Batangan 500 302.498.000 604.996 Not Available

source:
IQPLUS

Berita Saham DOID | 8 Maret 2018

Berita Saham DOID

PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) melalui anak usahanya PT Bukit Makmur Mandiri utama (BUMA) telah menandatangani kontrak jasa pertambangan dengan PT Tanah Bumbu Resources (TBR), anak usaha dari Geo Energy Resources Limited yang merupakan grup usaha pertambangan batubara terintegrasi dan terdaftar di Bursa Singapura.

Menurut keterangan perseroan Kamis, TBR berlokasi di Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan bersebelahan dengan salah satu area konsesi Geo Energy lainnya itu PT Sungai Danau Jaya (SDJ) dimana BUMA telah mulai beroperasi di SDJ sejak tahun 2015.

TBR diharapkan dapat menghasilkan volume pengupasan lapisan tanah penutup (overburden) sebesar 169 juta bcm dan volume batubara sebesar 47 juta ton sepanjang umur tambang. Nilai kontrak diperkirakan mencapai lebih dari Rp 7 triliun (setara dengan lebih dari US$500 juta).

Mengingat lokasi TBR dan SDJ berdekatan, BUMA diharapkan dapat mengoptimalkan efisiensi operasionalnya pada kedua lokasi tambang tersebut. Kegiatan operasional akan dimulai pada bulan ini juga dan volume produksi diharapkan dapat mulai dilihat pada kuartal kedua tahun ini.

KOntrak ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara BUMA dan Geo Energy yang merupakan perusahaan tambang batubara yang sedang berkembang pesat dengan potensi pertumbuhan yang baik di masa mendatang. Kontrak ini juga sejalan dengan strategi BUMA untuk selalu fokus pada keberlanjutan jangka panjang dan pertumbuhan yang menguntungkan. (end)

source:
IQPLUS

Berita Saham ANTM | 8 Maret 2018

Berita Saham ANTM

PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) menargetkan pertumbuhan produksi dan penjualan komoditas utama Perusahaan yakni feronikel, emas, bijih nikel dan bijih bauksit di tahun 2018. Untuk feronikel, ANTAM menargetkan volume produksi di tahun 2018 sebesar 26.000 ton nikel dalam feronikel (TNi), meningkat 19% dibandingkan dengan capaian produksi unaudited tahun 2017 sebesar 21.762 TNi.

Menurut keterangan perseroan Rab, peningkatan target ini sejalan dengan strategi ANTAM untuk meningkatkan utilisasi operasi pabrik Feronikel Pomalaa secara bertahap hingga mencapai kapasitas terpasang sebesar 27.000 TNi. Untuk komoditas emas, ANTAM menargetkan produksi sebesar 2.201 kg dari tambang emas Pongkor dan Cibaliung dengan tingkat penjualan emas mencapai 24.000 kg, naik sekitar 81% dibandingkan capaian penjualan emas unaudited tahun 2017 sebesar 13.202 kg.

Lonjakan tajam ini seiring dengan ekspektasi peningkatan jangkauan pemasaran produk Logam Mulia ANTAM baik di pasar domestik maupun ekspor. ANTAM merupakan satu-satunya gold refinery di Indonesia yang memiliki sertifikat London Bullion Market Association (LBMA) yang menjamin kepastian berat dan kemurnian produk emas Logam Mulia ANTAM sehingga dapat diperdagangkan secara internasional.

Direktur Utama ANTAM, Arie Prabowo Ariotedjo mengatakan target operasi komoditas utama ANTAM di tahun 2018 lebih tinggi dibandingkan realisasi volume produksi dan penjualan unaudited ANTAM tahun 2017. Melalui ekspektasi peningkatan kinerja operasi ini serta fokus untuk menjaga level biaya tunai produksi tetap rendah, kami berkomitmen untuk terus memberikan imbal hasil yang baik bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan. (end)

source:
IQPLUS

Berita Saham WSKT | 8 Maret 2018

Berita Saham WSKT

Anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT) - PT Waskita Karya Realty menjalin kerja sama dengan Subsidiary PT Modernland Realty Tbk mengembangkan kota mandiri Toll Road City di atas lahan 350 hektar berlokasi di Bekasi Jawa Barat, yang nantinya terintegrasi dengan transportasi masal.

"Kami menjalin kerja sama strategis dengan Modernland sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk terus melakukan inovasi dan memberikan nilai terbaik dalam membangun hunian berkelanjutan serta memiliki akses terhadap transportasi masal," kata Direktur Utama PT Waskita Karya Realty, Tukijo di Jakarta, Rabu.

Dia menjelaskan kota mandiri ini nantinya terintegrasi dengan Tol Tanjung Priok-Cibitung serta dilengkapi berbagai fasilitas transportasi masal kereta api dan bus.

Disamping itu pembangunan kawasan ini juga akan memberikan nilai tambah hadirnya fasilitas publik seperti pusat pendidikan, bisnis, perbankan dan rumah sakit sebagai proses utama yang menghubungkan dengan pusat-pusat kegiatan utama di kawasan tersebut.

Dengan demikian, jelas Tukijo, selain kebutuhan hunian yang terpenuhi namun juga dapat memberikan nilai tambah terhadap perekonomian baru yang terhubung dengan fasilitas publik dan sarana pendukung lainnya.

"Saya pastikan proyek ini akan segera terwujud menjadi sarana investasi terbaik di masa mendatang," ujar Tukijo.

Konsep pembangunan toll road city mengintegrasikan berbagai konsep pengembangan produk mulai dari landed house, mixed use, apartemen, area komersial, fasilitas pendidikan dan rumah sakit serta menghimpun seluruh segmen pasar mulai dari kelas menengah ke bawah hingga kelas atas.

Proyek ini juga diharapkan ikut serta membantu program pemerintah dalam penyediaan kebutuhan hunian yang layak bagi masyarakat.

Selanjutnya, Tukijo juga menyampaikan mengingat ukuran luas kawasan pengembangan yang tergolong cukup besar untuk pengembangan yang berkesinambungan, maka PT Waskita Karya Realty memilih Subsidiary PT Modernland Realty Tbk sebagai mitra strategis yang memiliki visi dan misi yang sama.

PT Waskita Realty telah membentuk sejumlah portofolio properti yang terdiri dari hunian vertikal, hotel maupun office tower. (end)

source:
IQPLUS

Berita Saham HMSP | 8 Maret 2018

Berita Saham HMSP

PT HM Sampoerna Tbk mendorong kemajuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna mengembangkan bisnis mereka di era digital melalui program pendampingan terpadu di Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna dan Sampoerna Retail Community (SRC).

Head of Fiscal Affairs & Communications PT HM Sampoerna Tbk Elvira Lianita mengatakan dalam kegiatan "Surabaya SMEs Go Digital and International" di Surabaya Rabu, program PPK dan SRC merupakan pengejewantahan Sampoerna dalam mendorong UMKM karena dianggap memiliki peranan yang sangat penting terhadap ekonomi kerakyatan.

"Kami selalu memiliki harapan besar terhadap perkembangan ekonomi Indonesia melalui UMKM, apalagi mengingat Sampoerna itu dirintis dari usaha kecil di Surabaya," kata Elvira.

Elvira menjelaskan bahwa pelatihan bagi pelaku UMKM merupakan salah satu langkah tepat untuk dilakukan agar mereka lebih siap menghadapi segala peluang dan tantangan zaman dalam memulai maupun mengembangkan usahanya.

"Sampoerna menjawab kebutuhan para pelaku UMKM dengan menyiapkan fasilitas pelatihan yang lengkap dan memadai dari berbagai komoditas, mulai dari pengolahan pangan, pertanian, perikanan dan ilmu terapan lainnya," ujarnya.

Director External Affairs PT HM Sampoerna Tbk Yos Adiguna Ginting mengatakan pihaknya ingin melalui PPK Sampoerna masyarakat melalui UMKM bisa meniru kesuksesan dari Sampoerna pada beberapa tahun mendatang.

"Saya harap masyarakat jadi bagian dari kesuksesan. Jangan hanya menjadi angan-angan. Pasti akan muncul Sampoerna-Sampoerna baru di masa akan datang," ujarnya.

Dia mengemukakan selama 10 tahun terakhir, PPK Sampoerna telah mendampingi lebih dari 33.000 mitra UMKM dalam mengasah "hardskills" dan "soft skills" dan juga melakukan riset jika dibutuhkan.(end)

source:
IQPLUS

Berita Saham DKFT | 8 Maret 2018

Berita Saham DKFT

PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) melakukan kegiatan eksplorasi pada bulan Februari 2018 yang dilakukan oleh anak-anak perusahaan.

Menurut keterangan perseroan Kamis, fokus pekerjaan adalah pada lokasi-lokasi di daerah tambang nikel yang akan diproduksi yakni di Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah.

Adapun biaya kegiatan eksplorasi sebesar Rp523.487.684. Metode eksplorasi core drilling HQ dengan program spasi 25 m x 25m dimana eksplorasi dilakukan anak usaha perseroan PT Mulia Pacific Resources dengan pihak ketiga. (end)

source:
IQPLUS

7 HAL PENTING DALAM INVESTASI SAHAM

7 Hal yang Perlu Dicatat Sebelum Memulai Investasi Saham


Investasi memang menjadi hal yang cukup penting yang mana memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kondisi finansial Anda, terutama untuk masa yang akan datang. Dengan adanya investasi, nilai uang Anda akan terus meningkat setiap waktunya.

Salah satu instrumentasi investasi yang sering dipilih adalah investasi saham. Investasi saham memang menawarkan keuntungan yang cukup besar. Bahkan, hingga kini saham menjadi salah satu investasi yang memberikan hasil relatif tinggi di antara jenis investasi lainnya.

Bagi Anda yang ingin memulai investasi saham, hal-hal berikut ini perlu Anda ketahui sebelum memulai investasi saham.

1. Ketahui dan Pahami Lebih Dahulu tentang Saham


Sebelum Anda memulai investasi saham, hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan mempelajari terlebih dahulu apa itu investasi saham. Apalagi bagi Anda yang masih pemula, banyak-banyaklah membaca referensi.

Entah itu dari buku, majalah, ataupun bersumber dari Bursa Efek Indonesia. Dengan begitu, nantinya Anda bisa lebih paham untuk memilih investasi, pentingnya berinvestasi, dan tahu produk investasi lebih detail.

2. Cari Tahu Keuntungan dari Investasi Saham


Selanjutnya, kenali apa saja keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari investasi saham. Perlu Anda ketahui, terdapat beberapa keuntungan yang dapat diperoleh, yaitu capital gain dan pembagian dividen.

Yang dimaksud dengan capital gain adalah keuntungan yang didapatkan dari selisih antara harga beli dan harga jual saham. Capital gain bisa didapatkan dari investasi jangka panjang ataupun trading.

Sementara pembagian dividen didapatkan dari perusahaan di mana Anda menanamkan modal. Dividen adalah keuntungan yang dibagikan ke investor saham dari perusahaan. Pembagiannya sesuai dengan porsi dari besarnya nilai saham masing-masing. Biasanya keuntungan yang dibagikan sudah berbentuk laba bersih.

Akan tetapi, dividen ini tentu saja tidak akan dibagikan jika kondisi perusahaan sedang merugi. Namun, tidak menjamin pula jika perusahaan akan membagikan dividen saat meraih keuntungan. Tiap-tiap perusahaan memiliki kebijaknnya masing-masing. Karena itu, Anda perlu memahami hal tersebut sebelum memilih di mana akan menanamkan modal.

3. Apa yang Ingin Dicapai dari Investasi Saham


Sebelum memutuskan berinvestasi saham, Anda perlu memastikan terlebih dahulu apa tujuan dari berinvestasi. Hal ini tak hanya Anda lakukan saat ingin berinvestasi saham, tapi juga harus dilakukan saat akan melakukan investasi lainnya.

Dengan mengetahui tujuan berinvestasi, Anda bisa mengetahui langkah apa selanjutnya yang harus dilakukan untuk bisa memenuhi tujuan tersebut. Jangan lupa pula untuk menetapkan target yang ingin dicapai.


4. Tetapkan Target yang Diraih


Seperti yang dijelaskan sebelumnya, penting untuk menetapkan target yang ingin Anda capai, terutama saat akan membeli saham-saham di pasar modal. Yang dimaksudkan dengan pencapaian target di sini adalah Anda harus mengetahui berapa keuntungan yang ingin dicapai saat return. Dengan menyusun pencapaian target, investasi yang Anda jalankan semakin terarah.

5. Berapa Lama Ingin Investasi Saham


Ada dua jenis investasi yang bisa dilakukan, yaitu investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang. Untuk investasi jangka pendek, Anda perlu memerhatikan waktu yang tepat untuk membeli dan menjual kembali saham. Sementara untuk investasi jangka panjang, lebih memfokuskan pada saham yang akan dibeli dan dijual serta pada kisaran harga berapa saham tersebut akan dibeli dan dijual kembali.

Jika Anda ingin memulai investasi saham, akan lebih baik untuk memulai investasi jangka panjang. Dengan begitu, nantinya hasil keuntungan lebih terasa ketika ditetapkan waktu jangka panjang.

6. Pertimbangkan Kesanggupan dalam Menyediakan Modal


Hukum investasi adalah semakin tinggi keuntungan yang didapatkan maka akan membuat risiko yang ada semakin tinggi pula. Karena itu, Anda harus pandai mengukur kemampuan yang dimiliki.

Sebagai pemula, rasanya akan lebih aman jika Anda memilih investasi dengan modal yang kecil. Jangan lakukan investasi secara tergesa-gesa, lakukan dengan rencana yang matang dan kuatkan mental.

7. Mulai Siapkan Modal Investasi


Ketika segala hal detail terkait investasi saham sudah diketahui, mulailah untuk menyiapkan modal investasi. Lalu, berapa banyak modal investasi saham yang dibutuhkan? Hal ini tergantung dari saham apa yang akan Anda beli.

Minimalnya, investasi bisa dilakukan dengan Rp100 ribu saja. Namun, masih ada pula sekuritas-sekuritas yang menetapkan batasan modal awal sekitar Rp5-10 juta.

Siapkan Modal yang Matang Sebelum Memulai Investasi Saham

Sebelum menjalani bisnis investasi saham, persiapkan modal yang matang dalam berinvestasi saham. Mulai dari ipengetahuan terkait saham hingga modal dana yang dibutuhkan. Dengan begitu, investasi saham yang dijalankan nantinya bisa memberikan keuntungan yang maksimal.

Source:
OKEZONE. 2018. "7 Hal yang Perlu Dicatat Sebelum Memulai Investasi Saham". - https://goo.gl/4Tf6PR

Analisa Pembukaan Pasar Saham Indonesia | 8 Maret 2018

Analisa Pembukaan Pasar Saham Indonesia

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Embun Pagi (Maret 8, 2018)
Research Team (research@miraeasset.co.id)

Market comment by Darmawan Halim (darmawan.halim@miraeasset.co.id)
Pasar Eropa ditutup menguat, sementara pasar AS ditutup mixed di tengah sentimen negatif dari pengunduran diri Gary Cohn, dengan Dow Jones rebound dari titik terendahnya setelah White House menyatakan bahwa beberapa negara mungkin dibebaskan dari rencana tarif. Dari sisi komoditas, harga minyak WTI turun 2,3% menjadi USD61,1/bbl. Sementara itu, IHSG mengalami penurunan sebesar 2% kemarin, lebih buruk dari pasar regionalnya, yang sebagian besar disebabkan oleh masalah internal seperti indeks kepercayaan konsumen yang lemah, sentimen negatif dari pernyataan Moody mengenai rencana menahan kenaikan harga listrik dan minyak, DMO sektor batubara, dan pendapatan korporat 4Q17 yang dianggap sedikit lemah.

Market Indicator
JCI: 6,500.11 (-0.77%)
EIDO: 28.35 (-1.36%)
DJIA: 24,884.12 (+0.04%)
FTSE100: 7,146.75 (+0.43%)
USD/IDR: 13,776 (+0.10%)
10yr GB yield: 6.70% (+7bps)
Oil Price: 62.60 (+0.05%)
Foreign net purchase: -IDR824.3bn

Foreign net purchase on single stocks (HOTS screen #0141)
TOP BUY: ANTM, INKP, ITMG, SRIL, INCO
TOP SELL: ASII, BMRI, ADRO, BBRI, BBNI

Most actively traded stocks (HOTS screen #0102)
BBRI, BBCA, BMRI, ASII, TLKM

Technical insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id)

*IHSG Daily, 6,368.27(-2.03%), oversold, limited downside, trading range hari ini  6,342 – 6,410. Indikator MFI optimized,  indikator W%R optimized dan indikator Stochastic %D optimized akan menguji support trendline dengan kecenderungan akan segera bottom reversal.Pada Bollinger Band optimized harga akan coba naik mendekati BBBottom  Sementara itu pada Figure 3 pada periode weekly ,indikator MFI optimized, stochastic %D optimized  dan indikator W%R optimized masih akan menguji support trend line , Daily resistance di 6,410 dan daily support di 6,342. Cut loss level di 6,342

*BBRI Daily, 3,660 (-1.88%),buy on weakness,trading range 3,620 – 3,680. Indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan indikator Stochastic % akan menguji support trend line. Sementara itu harga pada indikator Bollinger Band optimized akan coba naik mendekati center line. Daily support  di 3,620 dan daily resistance di 3,680.Cut loss level di 3,610.

*BRPTDaily, 2,640 (-1.99%),buy on weakness, 2,410 – 2,490. Indikator MFI optimized, indikator SW%R optimized dan indikator stochastic %D akan menguji support trendline . Disisi lain pada indikator Bollinger Band optimized  harga akan coba bertahan diatas BBBottom.  Weekly resistance di 2,660 dengan catatan daily resistance  2,490 dapat ditembus. Sementara itu daily dan weekly support di 2,410 dan 2,400. Cut loss level di 2,390.

*WSBP Daily, 438 (-2.67%),buy on weakness, trading range 430 – 440. Indikator MFI optimized, indikator W%R optimized  dan indikator Stochastic %D optimized sudah beerada sekitar support trendline. Pada indikator Bollinger Band optimized  harga akan coba kembali naik mendekati BBBottom. Dengan demikian diperkirakan potensi koreksi makin terbatas dengan kecenderungan menguat. Perkiraan daily dan weekly resistance di 440 dan 446 Daily support dan weekly support di 430 dan 424. Cut loss level di 424.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Equity Movers
Investment Information Team (saryanto@miraeasset.co.id)

A.S 4th-quarter hours worked tidak berubah di 3.3
U.S.4th-quarter output tidak berubah pada level 3,2%
Produktivitas A.S. rata di kuartal 4, angka yang direvisi menunjukkan
Impor A.S. tidak berubah pada $ 257,5 miliar di bulan Januari
Ekspor A.S. turun 1,3% menjadi $ 200,9 miliar di bulan Januari
Defisit perdagangan A.S. mencapai level tertinggi hampir 10 tahun
Defisit perdagangan A.S. melonjak 5% menjadi $ 56,6 miliar di bulan Januari

*KDSI +24.7%. Kedawung Setia Industrial raih laba Rp 69.96 miliar di 2017
*SDRA  +1.7%. Laba Bank Woori Saudara Indonesia naik 41.6 persen di 2017
*KLBF -3.2%. Tingkatkan layanan kesehatan, Kalbe Farma gandeng Citilink.
*KOBX -3.7%. Kobexindo Tractors patok pendapatan tumbuh 40% tahun Ini
*AISA -7.5%. Bank Mandiri bantah akan beri kredit Rp 1,4 triliun untuk Tiga Pilar
*NIKL -4.5%. Pendapatan naik, laba Latinusa malah tergerus
*ADRO -7.2%. Laba Adaro naik jadi US$ 536.43 juta di 2017

Daily write up
JPFA: Still on track by  Mimi Halimin (mimi.halimin@miraeasset.co.id)

- FY17 review: Revenue tumbuh 9.4% YoY; net profit turun 51.7% YoY. Meskipun net profit lebih rendah dari perkiraan, kinerja operasional JPFA cukup sesuai dengan ekspektasi kami dan consensus.       
- Manajemen JPFA mengungkapkan bahwa pendapatan 2017 didorong oleh volume. Kami memperkirakan tren ini terus berlanjut.
- Kami mempertahankan rekomendasi Trading Buy kami pada JPFA. Kami masih confident dengan potensi industri poultry di Indonesia, namun, kekhawatiran akan tingginya harga jagung lokal masih berlanjut.

Flash focus
Market Correction: External & Internal Issues by Taye Shim (taye.shim@miraeasset.com)
(March 7, 2018)
-The JCI closed -2.0% as uncertainties took center stage. We think there are external and internal issues driving the gravitational pull to the south. However, we note that there are more internal issues playing its forces:
- External issue: The resignation of globalist White House economic adviser (Trump’s top economic adviser), Gary Cohn roiled markets on Wednesday.
- Internal issues: After the market close on March 6, February consumer confidence index came in at 122.5pt, which missed forecast of 124pt; Moody's covered the headlines with "Moody's Says Indonesia's Rating May Be Hurt by Fuel Price Freeze."; HMSP shares declined over 3% during the session largely driven by soft earnings print in 4Q17. However, our analyst argues that HMSP's earnings were broadly in-line.

-We judge core fundamentals of Indonesia to have not changed and consider market reaction to be overdone.

Flash focus
HMSP’s 4Q17 Results: In line with estimates by Christine Natasya (natasya@miraeasset.co.id)
(March 7, 2018)

- (HMSP/ Hold/ TP: IDR4,310) booked its 4Q17 net profit of IDR3.32tr; it only grew by 1.4%QoQ, yet weakened on a year-on-year basis by 9.5%.
- On the top line side, HMSP’s net revenue in 4Q17 was IDR26.79tr, increasing by 4.3% QoQ and 6.4% YoY.
- HMSP’s overall market share has trended down over the past four years. The trend continued in 4Q17, with the data released by PMI indicating that HMSP’s overall market share narrowed by 10bps QoQ and 25bps YoY to 33% in the quarter (vs. 33.1% in 3Q17 and 33.25% in 4Q16).

Flash focus
ADRO FY17 results by Andy Wibowo Gunawan (andy.wibowo@miraeasset.co.id)
(March 7, 2018)
-Adaro Energy (ADRO) booked 4Q17 net profit of USD111mn (-26.1% QoQ) on the back of lower 4Q17 revenue at
USD819mn (-7.9% QoQ), due to lower sales volume that stood at 12.43mn tonnes (-12.6% QoQ).
- On a yearly basis, ADRO’s FY17 net profit went up, reaching USD483mn (+44.4% YoY).
- We are currently reviewing our financial forecast numbers and recommendation, as we wait for further clarification from management conference call on Friday. Our current TP for ADRO at IDR2,425.



KLBF ekspansif di luar negeri (Kontan)
KLBF berencana membangun pabrik obat di Myanmar. Ekspansi ini akan menambah pabrik KLBF di luar negeri, setelah Nigeria. KLBF membutuhkan dana sekitar IDR200bn untuk ekspansi ini.
Inalum menawar Freeport dengan harga lebih rendah (Bisnis Indonesia)
PT Inalum (Persero) menawarkan 40% hak partisipasi Rio Tinto di Freeport Indonesia dengan harga valuasi yang lebih rendah yaitu sebesar USD3,3 miliar. Sementara itu, negosiasi untuk mengambil alih partisipasi dengan benar Rio Tinto di Freeport Indonesia telah mendekati babak akhir negosiasi.
Peraturan Pemerintah tentang harga batu bara lokal telah ditandatangani oleh Presiden Jokowi (Investor Daily)
Presiden Joko Widodo telah menandatangani harga batubara khusus untuk memenuhi permintaan batubara di pasar domestik. Peraturan ini harga batu bara khusus untuk domestik ada di PP No 8, 2018.
Devisa untuk Jaga Rupiah (Kompas)
cadangan devisa RI per akhir Februari 2018 berada di posisi USD128,059miliar, turun dari USD131,98miliar pada akhir Januari 2018. Pemerintah menggunakan cadangan devisa untuk membayar utang luar negeri dan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah. “Akan ada tambahan devisa dari hasil penerbitan sukuk global pemerintah sebesar 3 miliar dollar AS pada Maret 2018.” Kata Bank Indonesia.
BPJT Tinjau Kembali Tiga Proyek Prakarsa (Bisnis Indonesia)
Tiga, dari lima ruas jalan tol prakarsa dalam tahap persetujuan studi kelayakan, tengah ditinjau kembali sebelum diajukan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Ketiga ruas tol tersebut ialah Tomang-Bandara, Sentul Selatan-Karawang, dan Bogor-Serpong (via Parung).
Kontrak Baru Semakin Tebal (Bisnis Indonesia)
Sepanjang Februari 2018, PTPP mengantongi nilai kontrak baru sebesar IDR2.86tr, WEGE: IDR749.55bn, WTON: IDR1.18tr, and WSBP: IDR222.1bn.

CTRA Bukukan IDR1tr (Bisnis Indonesia)
Hingga Februari 2018, PT Ciputra Development Tbk telah membukukan marketing sales senilai IDR1.01tr (+18% YoY), disebabkan oleh peluncuran beberapa proyek baru.

Rekomendasi Saham HPX | 8 Maret 2018

Rekomendasi Saham HPX

HP MARKET SUMMARY
3/8/2018


GLOBAL MARKETS
Dow Jones
24801.4 -0.33%

S&P 500
2726.8 -0.05%

DAX
12245.4 1.09%

Nikkei 225
21389.1 0.64%

Kospi
2410.6 0.36%

Hang Seng
30196.9 -1.03%

Straits Times
3450.7 -1.18%

Shanghai
3271.7 -0.55%

S&P/ASX 200
5930.3 0.48%



LOCAL MARKET
IHSG
6368.3 -2.03%

LQ-45
1053.6 -2.28%

EIDO
28.0 -1.16%

ISSI
188.5 -2.13%

JII
739.8 -2.37%



OTHER INDICES
EEM Index
48.7 0.10%

Vix Index
17.8 -3.27%

Dollar Index
89.6 0.02%

Telkom ADR
29.6 0.54%



COMMODITY
Nymex Oil
61.3 0.28%

Brent Crude
64.3 -2.20%

CPO Malaysia
2459.0 -1.28%

Soybean CBT
1055.0 -0.89%

Rubber Tocom
183.7 -0.43%

Nickel Spot
12072.5 -0.67%

Nickel Inventory
374136 -0.50%

Tin Spot
19580 -0.28%

Tin Inventory
2395 -0.96%

Newcastle Coal
100

Gold
1325.9 0.03%



CROSS CURRENCY
USD-IDR
13760.0 0.12%
EUR-USD
1.2 0.01%
USD-JPY
106.1 -0.05%

US 10 Year
2.9 -0.13%
ID 10 Year
6.7 0.00%
ID 30 Year
7.5 1.73%



Corporate News

PPRO (-2,15%)
Estimasikan Laba Bersih Naik 22%

MBAP (-4,03%)
Laba Bersih Meningkat 116,27%

SILO (-0,62%)
Laba Naik 20,24%

WEGE (-2,80%)
Raih Kontrak Baru Rp 749, 55 Miliar

PTPP (-1,69%)
Raih Kontrak Baru Rp 5,2 Triliun

KLBF (-3,21%)
Targetkan Pendapatan Tumbuh 9%


HP Key Calls

GGRM
GGRM ditutup melemah dengan EMA13/79700 masih menjadi resistance, tetapi saat ini uji support 77000/38.2% FR. Maka dapat antisipasi terjadi technical rebound. Volume mencapai 1.4x rata-rata 20 hari.

Rekomendasi
Speculative buy
Entry Level: 76900-77100
Target: 79700
Stoploss: 76300

UNVR
UNVR ditutup melemah dengan saat ini harga uji previous resistance dirange 51000-51400, maka dapat antisipasi rebound dengan R1: 52500, tetapi jika breakdown tunggu momentum berikutnya. Volume mencapai 1.8x rata-rata 20 hari.

Rekomendasi
Speculative buy
Entry Level: 51000-51400
Target: 52500
Stoploss: 50800

LQ45
LQ45 ditutup kembali melemah dan breakdown support 1080. Saat ini indeks bergerak di -2x ATR dan prev bounce, maka dapat wait and see sampai terkonfirmasi pullback hari ini.

Rekomendasi
Speculative buy
Support: 1049 / 1026
Resistance: 1086

:copyright:Henan Putihrai

Analisa Saham JPFA | 8 Maret 2018

Analisa Saham JPFA

Mirae Asset Sekuritas Indonesia on JPFA: Still on track by Mimi Halimin (mimi.halimin@miraeasset.co.id)

- FY17 review: Revenue tumbuh 9.4% YoY; net profit turun 51.7% YoY. Meskipun net profit lebih rendah dari perkiraan, kinerja operasional JPFA cukup sesuai dengan ekspektasi kami dan consensus.       
- Manajemen JPFA mengungkapkan bahwa pendapatan 2017 didorong oleh volume. Kami memperkirakan tren ini terus berlanjut.

- Kami mempertahankan rekomendasi Trading Buy kami pada JPFA. Kami masih confident dengan potensi industri poultry di Indonesia, namun, kekhawatiran akan tingginya harga jagung lokal masih berlanjut.

Analisa Saham JPFA

VALUE TRAP DALAM INVESTASI SAHAM

Mengenal ‘Value Trap’, dan Cara Menghindarinya

Menurut Investopedia, value trap adalah satu kondisi dimana sebuah saham tampak murah karena angka-angka indikator valuasinya (PER, PBV, dst) terbilang rendah, namun valuasi yang rendah tersebut sebenarnya nggak bisa dikatakan murah, melainkan memang sudah merupakan valuasi wajarnya, misalnya karena perusahaannya tidak memiliki kinerja fundamental yang bagus, dan juga tidak menawarkan prospek apapun. Bahasa gampangnya, value trap adalah ketika anda menemukan saham yang tampak murah, padahal aslinya murahan.

Dan berdasarkan pengalaman, value trap bisa dikelompokkan jadi dua jenis. Pertama, saham yang valuasinya tampak sangat rendah dibanding saham-saham lain di sektor yang sama, demikian pula dibanding saham-saham lain BEI pada umumnya, tapi karena perusahaan yang bersangkutan dari dulu sampai sekarang gak pernah membukukan kinerja bagus, prospeknya gak jelas, dan nama perusahaannya jarang dikenal publik, maka jadilah sahamnya gak mau naik-naik, karena memang hampir gak ada investor yang mau beli (Ngapain beli? Lha wong barangnya jelek kok).

Contohnya, kalau anda melakukan screening dengan menghitung PBV dari tiap-tiap saham di BEI, maka anda akan ketemu banyak saham yang PBV-nya kurang dari 1 kali, biasanya termasuk second atau third liner yang gak likuid dengan harga nominal yang rendah dibawah 500 perak atau bahkan deket-deket gocap, tapi dari dulu sampai sekarang sahamnya ya disitu-situ saja. Atau kalaupun sempet naik sesekali maka ujung-ujungnya turun lagi. Misalnya (penulis disini sengaja memilih saham-saham yang pernah ramai dibicarakan di market) Benakat Integra (BIPI), Gading Development (GAMA), hingga Mas Murni Indonesia (MAMI). Dalam beberapa kasus, kadang pernah juga terjadi saham-saham value trap ini naik tinggi sampai PBV-nya tidak murah lagi, tapi biasanya tidak sulit untuk melihat bahwa itu cuma karena kerjaan bandar/bukan karena para investor ramai-ramai memborong sahamnya, dan pada akhirnya tetap saja sahamnya turun lagi. Pada Februari 2017 lalu, saham Lotte Chemical Titan (FPNI), yang sebelumnya gak pernah kemana-mana di level 120-an (PBV 0.5 kali), tiba-tiba saja naik dengan cepat hingga tembus 600 di bulan Maret (PBV 2.5 kali), tapi setelah itu turun lagi ke level 150 – 200, dan PBV-nya jadi nol koma sekian lagi.

Dan alasan kenapa saham-saham ‘murah’ diatas gak mau naik-naik (kecuali jika digoreng bandar), padahal market cap-nya sudah lebih rendah dibanding nilai aset bersih perusahaan, adalah karena investor profesional manapun tidak akan hanya melihat value sebuah perusahaan dari nilai aset bersih/ekuitasnya saja, tapi juga dari earnings power, alias kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Karena memang itulah fungsi sebuah perusahaan: Menghasilkan laba. Jadi jika anda membeli perusahaan dengan nilai aset bersih Rp100 milyar pada harga Rp30 milyar saja, tapi perusahaan itu selama ini malah rugi terus, maka anda mungkin baru saja kehilangan Rp30 milyar tadi sama sekali. Karena jika trend meruginya perusahaan terus berlanjut di masa yang akan datang, maka nilai aset bersih yang Rp100 milyar tadi akan terus menyusut hingga akhirnya menjadi nol.

Value Trap: Dying Company


Okay, itu tadi jenis value trap pertama. Kedua, seringkali terjadi sebuah perusahaan yang tadinya membukukan kinerja fundamental bagus, namun kesininya rugi terus, dan alhasil sahamnya juga turun terus hingga akhirnya valuasinya menjadi tampak murah. Misalnya perusahaan-perusahaan batubara, yang pada tahun 2009 – 2012 lalu membukukan kinerja bagus seiring dengan booming komoditas ketika itu, dan otomatis saham-saham batubara pada periode itu dihargai sangat mahal, tapi memasuki tahun 2012 kinerja para emiten batubara mulai turun, dan terus saja turun sampai tahun 2016. Alhasil saham-saham batubara juga ikut turun, beberapa diantaranya bahkan hingga PBV-nya tinggal 0.1 kali di tahun 2016 tersebut (saham INDY, waktu di harga 200 – 300).

Nah, ketika saham-saham batubara ini sudah sedemikian murahnya, sedangkan kinerja mereka di masa lalu sebenarnya terbilang cukup bagus, maka para bargain hunter (termasuk penulis) akan mulai membeli saham-saham batubara ini, dengan harapan jika nanti para emitennya kembali membukukan kenaikan laba, maka otomatis sahamnya juga akan naik, dan naiknya pun bisa sangat tinggi karena sejak awal valuasi mereka sudah super duper diskon.

Dan memang, pada hari ini kita bisa lihat saham-saham batubara sudah naik ratusan persen dibanding posisi terendah mereka pada pertengahan tahun 2016 lalu. Akan tetapi kalau anda perhatikan lagi, tidak semua saham-saham batubara naik banyak dalam dua tahun terakhir. Beberapa saham batubara, sebut saja Borneo Lumbung Energi & Metal (BORN), Berau Coal Energy (BRAU), Dayaindo Resources (KARK), hingga Sekawan Intipratama (SIAP), sampai sekarang masih mati suri dan gak pernah kedengaran kabarnya lagi (KARK malah sudah delisting), karena memang perusahaannya sudah keburu kolaps sebelum sektor batubara itu kembali pulih (BORN dan BRAU mengalami default, KARK banyak kena kasus bahkan ketika batubara masih jaya di tahun 2010 – 2011, sedangkan SIAP ketauan melakukan transaksi repo yang merugikan investor ritel).

Padahal, penulis masih ingat, ketika saham BORN beberapa tahun lalu terus saja turun sampai akhirnya mentok di gocap, maka PBV-nya, berdasarkan laporan keuangannya ketika itu, juga tinggal nol koma sekian kali, dan itu adalah valuasi yang sangat atraktif mengingat ketika di masa jayanya, BORN ini merupakan perusahaan batubara yang sangat profitable. Yup, karena BORN merupakan satu-satunya perusahaan Tbk yang memproduksi batubara kalori tinggi jenis coking coal, yang harganya 2 – 3 kali lebih mahal dibanding batubara biasa, sehingga otomatis margin labanya lebih besar.

However, jika ketika itu ada investor yang masuk ke BORN ini pada harga gocap, maka ya sudah wassalam. Dalam hal ini kita bisa sebut BORN sebagai value trap. Dan gak cuma BORN, dulu juga pernah ada saham perusahaan kapal yang termasuk blue chip di jamannya, yakni Berlian Laju Tanker (BLTA), yang sahamnya turun terus hingga valuasinya menjadi murah meriah, tapi nyatanya sampe sekarang sahamnya malah mati/disuspen. Di level internasional, pada tahun 2008 lalu saham Lehman Brothers (LEH) jeblok dari US$ 80-an hingga dibawah US$ 20, sehingga otomatis valuasinya menjadi menarik (PBV sekitar 0.7 kali). Karena meski LEH ketika itu tengah merugi, namun para investor sudah hafal betul bahwa LEH ini merupakan perusahaan investment banking skala global dengan kinerja historis yang cemerlang, punya track record panjang dan konsisten selama 150 tahun, bahkan sukses bertahan ketika Amerika dilanda great depression di tahun 1930-an, yang notabene merupakan krisis yang jauh lebih besar dibanding krisis tahun 2008. Jadi PBV 0.7 kali tadi terbilang murah meriah. Alhasil di pertengahan tahun 2008, ada banyak fund manager besar yang masuk ke saham LEH pada harga US$ 20-an atau dibawahnya, termasuk Fidelity-nya George Soros, ketika itu dengan harapan bahwa buruknya kinerja LEH di tahun 2008 hanyalah sementara. Jadi jika di tahun-tahun berikutnya kinerja LEH mulai pulih, maka otomatis sahamnya akan naik lagi.

Namun ternyata, Lehman Brothers malah bangkrut! Dan sahamnya juga habis sama sekali/tidak lagi diperdagangkan lagi di NYSE (sehingga kerugian para pemegang sahamnya menjadi 100%). Jadi juga bisa disimpulkan bahwa ketika para bargain hunter membeli saham LEH di harga bawah karena melihat bahwa valuasinya sudah murah untuk ukuran saham dari perusahaan yang too big to fail, maka sebenarnya mereka baru saja terjebak value trap, karena LEH ternyata malah fail beneran.

Nah, jika dibandingkan dengan jenis value trap yang pertama, maka jenis value trap yang kedua inilah yang sering makan korban, tidak hanya investor pemula tapi juga investor kawakan kelas kakap sekalipun (contohnya ya Om Soros tadi). I mean, kalau sebuah perusahaan sejak awal gak pernah punya kinerja bagus/rugi meululu, prospeknya suram dan gak jelas usahanya apaan, serta hampir gak pernah kedengaran nama PT-nya, maka ngapain juga kita beli sahamnya?

Tapi ketika ada saham dari perusahaan besar yang anjlok, maka meski sebagian memang sukses naik lagi ketika fundamental perusahaan yang bersangkutan kembali pulih (dan alhasil investor yang membelinya di harga bawah sukses cuan besar), namun sebagian lagi malah terus saja turun hingga nilainya menjadi nol, dan saham inilah yang kita sebut value trap. Dan actually guru besar kita semua, Warren Buffett, juga pernah jadi korban value trap jenis ini. Yakni ketika beliau di tahun 1960-an membeli saham Berkshire Hathaway (BRK) pada PBV 0.4 kali, harga yang sangat murah untuk ukuran perusahaan tekstil yang pernah jaya di masanya (BRK sudah berdiri dan beroperasi sejak awal abad ke-19), tapi ternyata kesininya BRK malah terus saja merugi hingga akhirnya perusahaan menutup usaha tekstilnya sama sekali. Kesulitan terbesar bagi seorang value investor ketika ia membeli ‘saham murah’ seperti saham LEH atau BRK ini adalah ketika ia tidak bisa membedakan, apakah perusahaan tengah struggling, atau malah dying. Jika perusahaan hanya sekedar struggling saja, alias masih mampu bertahan dan juga masih beroperasi meski merugi/labanya turun, maka tetap terdapat harapan bahwa pada akhirnya kinerja mereka bakal pulih lagi. Tapi jika perusahaannya sedang sekarat, ya artinya tinggal tunggu waktu saja sebelum mereka bangkrut, dan sahamnya menjadi worthless sama sekali.

Dan sejarah menunjukkan bahwa ada banyak sekali perusahaan-perusahaan besar di masa lalu, yang sekarang sudah tidak ada lagi. Dari 500 perusahaan penghuni daftar Fortune 500 di tahun 1950-an, hanya 8 diantaranya yang masih berada di dalam daftar Fortune 500 tersebut.

Okay, jadi bagaimana caranya agar kita bisa membeli saham murah yang perusahaannya hanya lagi struggling saja, dan bukannya dying? Well, secara teori sebenarnya mudah saja membedakannya, meski untuk prakteknya membutuhkan pengalaman yang cukup: Jika anda perhatikan, perusahaan-perusahaan yang dying adalah mereka yang memiliki utang terlalu besar dibanding nilai aset bersihnya, apalagi jika utang-utang tersebut mengandung bunga yang tinggi. Beberapa perusahaan yang disebut diatas, yakni BORN, BRAU, BLTA, dan juga LEH, kesemuanya menanggung utang yang amat sangat besar sebelum mereka bangkrut. Jadi ketika ekonomi lagi gak bagus, atau sektor usahanya lagi lesu, maka ketika perusahaan-perusahaan lain hanya sekedar mengalami penurunan laba saja, para perusahaan yang utangnya gede ini biasanya bakal menderita rugi besar. Karena ketika pendapatan operasional mereka turun, namun beban cicilan utang serta bunganya akan tetap/tidak ikut turun, sehingga secara keseluruhan perusahaan akan merugi. Dan jika iklim usaha ternyata tidak juga membaik setelah beberapa waktu, maka kerugian tersebut akan terjadi terus menerus hingga akhirnya menghapus nilai aset bersih perusahaan sama sekali.

Dan pada titik inilah, secara teknis sebuah perusahaan bisa disebut bangkrut. Analoginya seperti kalau anda beli saham pake duit sendiri, dan kemudian terjadi market crash, maka saham-saham yang anda pegang akan turun/anda menderita rugi. Tapi selama anda tidak cut loss, tidak harus bayar bunga margin, dan juga tidak kena forced sell, maka ketika akhirnya pasar naik kembali, saham-saham anda juga akan ikut naik, dan porto anda akan hijau kembali. Tapi jika anda beli saham pake margin lalu terjadi market crash, maka kerugian anda akan berlipat ganda karena anda tetap dibebani bunga pinjaman margin, dan beberapa saham yang anda pegang akan dipaksa dijual pada harga rendah (forced sell). Alhasil ketika pasar akhirnya pulih kembali, aset anda di saham sudah terlanjur habis tak tersisa. Actually, inilah yang terjadi pada banyak sekali investor pemula di tahun 2008 lalu.

Karena itulah, dalam beberapa kali kesempatan ketika kita banyak membahas saham-saham batubara di tahun 2016 lalu (waktu itu saham ADRO dkk masih pada murah-murah), penulis menyebutkan bahwa saham favorit kita di sektor ini ada empat, yakni Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), Indo Tambangraya (ITMG), Harum Energy (HRUM), dan Resource Alam Indonesia (KKGI). Alasannya, selain karena kinerja historis yang moncer, neraca dari ke-empat emiten batubara tersebut juga relatif bersih dari utang. Dan memang kinerja keempat perusahaan sukses pulih lagi dalam dua tahun terakhir, demikian pula sahamnya naik banyak. Memang, beberapa saham batubara yang utangnya gede seperti Indika Energy (INDY) dan Bumi Resources (BUMI) ternyata gak sampai bernasib seperti BORN, malah INDY naik banyak. Tapi secara risiko, maka saham-saham tersebut lebih berisiko/bisa saja merupakan value trap, dibanding empat saham batubara yang disebut diatas.

Kesimpulannya, asalkan kita bisa berhati-hati, maka gak terlalu sulit untuk menghindari value trap ini. Dan lagi, kalau misalnya kita terjebak membeli saham murah padahal murahan, atau saham murah tapi perusahaannya mau bangkrut, maka asalkan kita sebelumnya menerapkan diversifikasi yang efektif dimana kita gak cuma beli 1 – 2 saham murah melainkan beberapa, maka berdasarkan pengalaman, meski mungkin ada satu atau dua saham yang ternyata merupakan value trap, tapi saham-saham lainnya tetap akan menghasilkan profit jumbo setelah beberapa waktu. Dan alhasil kinerja porto kita secara keseluruhan akan tetap bagus, sehingga sekali lagi, soal value trap ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

And btw, selain dua jenis value trap diatas, sebenarnya masih ada satu lagi jenis value trap, yakni saham dengan PBV yang rendah padahal nilai ekuitas perusahaan tidak riil/tidak sebesar kelihatannya, atau saham dengan PER yang rendah padahal laba bersihnya juga tidak riil/bukan berasal dari operasional perusahaan. Well, tapi berhubung artikel ini sudah lumayan panjang, maka soal ini akan kita bahas lain waktu.

Referensi:
Hidayat, Teguh. 2018. "Mengenal ‘Value Trap’, dan Cara Menghindarinya". - https://goo.gl/UbY9Dd