google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham Online Indonesia Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Saham DKFT

Rekomendasi Saham DKFT dan DMAS oleh HP Sekuritas | 21 September 2023

HP Sekuritas 21 September 2023 Saham DKFT Trend: Uptrend Indicator(s): BB25(biru), OBV, MA25(oranye) & MA100(merah) Potential: Saat ini mengoreksi tapi bertahan di atas dynamic support MA25(oranye) @ 110. MACD line crossing ke bawah signal line tapi MACD histogram di sisi bawah tipis. Entry level di dynamic support area MA25(oranye) @ 110-109. Target Price di dynamic resistance upper BB25(biru) @ 118-119 dan resistance area @ 125-126. Stoploss di support area @ 107-106. Rekomendasi Buy On Weakness, Entry Level: 110-109; Target: 118-119 / 125-126; Stoploss: 107-106; Saham DMAS Trend: Sideways Indicator(s): BB25(biru), OBV, MA25(oranye) & MA100(merah) Potential: Saat ini menguat menguat dengan membentuk bullish marubozu candle MACD line lagi crossing ke atas signal line. MACD histogram mulai menipis dari sisi bawah Entry level di dynamic support upper BB25(biru) @ 177-178. Target Price di resistance area @ 189-190. Stoploss di support area @ 170-169. Rekomendasi Buy, Entry Level...

Jinsheng Mining Tambah Kepemilikan Saham DKFT

PT Jinsheng Mining selaku pemegang saham pengendali PT. Central Omega Resources Tbk. (DKFT) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 15 September 2023. Feni Silviani Budiman Direktur DKFT dalam keterangan tertulisnya Selasa (19/9) menyampaikan bahwa PT Jinsheng Mining telah membeli sebanyak 55.663.500 lembar saham DKFT di harga Rp90 per saham pada pasar negosiasi senilai Rp5 miliar. Sebagai informasi, PT Jinsheng Mining juga pernah membeli sebanyak 40.000.000 lembar saham DKFT pada tanggal 18 Agustus 2023. "Tujuan transaksi adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya. Pasca pembelian, maka kepemilikan saham PT Jinsheng Mining di DKFT bertambah menjadi 3,46 miliar lembar saham setara dengan 61,45 % dibandingkan sebelumnya sebanyak 3,40 miliar lembar saham setara dengan 60,47%. (end) Sumber: iqplus - Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di   Channel Youtube Saham Online. 

Jinsheng Mining Tambah Kepemilikan Saham DKFT

PT Jinsheng Mining selaku pemegang saham pengendali Central Omega Resources Tbk. (DKFT) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 18 Agustus 2023. Lim Anthony Direktur PT Jinsheng Mining Senin (28/8) menyampaikan bahwa telah membeli sebanyak 40.000.000 lembar saham DKFT, namun tidak disebutkan harga pembeliannya. "Tujuan transaksi adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya. Pasca pembelian, maka kepemilikan saham PT Jinsheng Mining di DKFT bertambah menjadi 3,4 miliar lembar saham setara dengan 60,47% dibandingkan sebelumnya sebanyak 3,36 miliar lembar saham setara dengan 59,76%. (end) Sumber: iqplus - Materi video tutorial belajar trading dan investasi saham ada di   Channel Youtube Saham Online. 

Central Omega (DKFT) Lakukan Penyertaan Modal Di Bidang Kawasan Industri

PT. Central Omega Resources Tbk. (DKFT) emiten perdagangan dan pertambangan bersama anak usahanya yaitu PT. Mulia Pacific Recources (MPR) melakukan penyertaan modal pada PT. Kawasan Industri Central Omega pada tanggal 16 Februari 2023. Dalam keterangan tertulisnya Feni Silviani Direktur DKFT Kamis (16/2) menuturkan bahwa DKFT melakukan penyertaan modal sebesar Rp9,99 miliar setara dengan 99% kepada PT. Kawasan Industri Central Omega sedangkan MPR sebesar Rp101 juta setara dengan 1%. "Penyertaan modal ini merupakan langkah strategis yang diambil untuk memperluas bidang usaha DKFT,"tuturnya. Sebagai informasi, PT. Kawasan Industri Central Omega merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kawasan industri, berlokasi di Kabupaten Morowali utara, Sulawesi tengah dan mulai proses perizinan usaha yang diperlukan baik di pusat dan daerah pada tanggal 16 Februari 2023. Feni menegakan bahwa Penyertaan modal ini tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, a...

Rekomendasi Saham AKRA, ANTM dan DKFT oleh Mirae Asset Sekuritas | 8 Januari 2023

Mirae Asset Sekuritas 8 Februari 2023 Tasrul IHSG Daily, 6,935.3 (+0.89%), test resistance at 6,967, daily trading range 6,919 - 6,967. Critical level di 6,800. Indikator MFI optimized akan uji support trendline, indikator RSI optimized dan indikator W%R masih bergerak naik. Indeks ini masih berada di atas center line pada Bollinger Bands Optimized. Pada periode weekly, secara umum indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized masih bergerak naik namun mulai terbatas dengan sebaran volume terbanyak berada diatas level saat ini baik pada periode daily dan weekly.  AKRA Daily, 1,325 (+0.76%), trading buy, TP 1,390, daily trading range 1,295 - 1,350, cut loss level di 1,290. Indikator MFI optimized,indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized sudah berada di oversold area. Harga saat ini di masih di atas center line pada Bollinger Bands optimized dengan sebaran volume terbanyak berada diatas level saat ini.  ANTM Daily, 2,250 (-0.88%), tradi...

PT Central Omega Resorces Tbk (DKFT) Fokus Bangun Smelter Tahap 2

Emiten tambang, PT Central Omega Resorces Tbk (DKFT) mengaku, pihaknya masih akan fokus membangun smelter tahap 2 dengan total kapasitas produksi hingga 300 ribu Fero Nikel (FeNi). Hal itu disampaikan Direktur DKFT, Feni Silviani Budiman, dalam keterangannya, Kamis (3/9). Pada tahun 2011, kata Feni, Perseroan telah melakukan aksi korporasi dengan nilai Rp 1 triliun yang digunakan untuk membangun smelter Tahap I dengan kapasitas 100 ribu ton Fero Nikel (FeNi) per tahun. Smelter tahap 1 ini sudah beroperasi dan memberikan kontribusi pendapatan pada Laporan Keuangan Perseroan. "Target jangka panjang kami lanjutkan membangun smelter tahap II. Semula Perseroan merencanakan pembangunan dalam 3 tahap masing-masing 100 ribu ton, tetapi dipersingkat menjadi 2 tahap yaitu tahap 1 yang sudah beroperasi dan kemudian tahap 2 dengan kapasitas 200 ribu ton per tahun. Tahun lalu Perseroan sudah melaksanakan RUPSLB untuk meminta persetujuan atas aksi korporasi dalam rencana pembangunan smelter tah...

Analisa Saham DKFT 3 September 2020

Saham DKFT pada tanggal 2 September 2020 ditutup melemah pada harga 115, turun -2,54%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 287% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area oversold. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish. Rekomendasi Saham: Beli Jika di Atas 122 Jika naik di atas 122 maka berpeluang ke 137-142 Jika turun di bawah 109 maka berpeluang ke 104 Disclaimer ON Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini: Pola Chart Pattern Lengkap https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc Pola Candlestick Saham Lengkap https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB Indikator Saham Lengkap https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk Dasar-dasar Investasi Saham : https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld https://www.y...

Saham DKFT | CENTRAL OMEGA CATAT RUGI Rp85,14 MILIAR HINGGA JUNI 2020

IQPlus, (04/08) - PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mencatat rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp85,14 miliar hingga periode 30 Juni 2020 usai meraih laba Rp38,97 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, penjualan meningkat menjadi Rp464,29 miliar dari Rp380,83 miliar namun beban pokok penjualan naik lebih tinggi menjadi Rp523,09 miliar dari beban pokok penjualan tahun sebelumnya yang Rp236,31 miliar. Hal itu membuat perseroan mencatat rugi kotor sebesar Rp58,79 miliar dari laba kotor Rp144,53 miliar yang diraih tahun sebelumnya. Beban usaha turun menjadi Rp34,54 miliar dari Rp127,55 miliar dan rugi usaha diderita Rp93,33 miliar usai meraih laba usaha Rp16,97 miliar. Beban lain-lain bersih naik menjadi Rp82,02 miliar dari Rp1,34 miliar terutama karena kerugian selisih kurs yang diderita Rp50,39 miliar dari laba kurs yang diraih tahun sebelumnya Rp24,89 miliar. Rugi sebelum pajak diderita Rp17...

Saham DKFT | Rebound dari Support, Akankah Sustainable?

Analisis Saham DKFT Informasi Fundamental PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) meraih penjualan Rp380,83 miliar hingga periode 30 Juni 2019 naik dari penjualan Rp146,96 miliar di periode sama tahun sebelumnya.  Laporan keuangan perseroan menyebutkan, beban pokok naik jadi Rp236,31 miliar dari Rp132,24 miliar dan laba kotor naik menjadi Rp114,53 miliar dari laba kotor Rp14,72 miliar tahun sebelumnya. (qq)  Sumber Berita : http://www.iqplus.info/news/stock_news/dkft-centra-omega-resources-raih-pendapatan-rp380-8-miliar-hingga-juni,75074109.html Informasi Teknis Saham DKFT pada tanggal 11 Oktober 2019 ditutup menguat pada harga 222, naik 4,71%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 243% dari hari sebelumnya. Proses akumulasi saham ini terlihat menarik. Volatilitas saham ini berada pada area pertengahan ke jenuh beli. Jika ditinjau dari trendnya, maka secara garis besar saham ini dalam keadaan downtrend dengan kecenderungan untuk menguat jangka pen...

Saham DKFT | CENTRAL OMEGA KELUARKAN Rp86 JUTA UNTUK EKSPLORASI SEPTEMBER

PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mengeluarkan biaya sebesar Rp86.912.526 untuk kegiatan eksplorasi bulan September 2019 yang dilakukan anak-anak perusahaan. Menurut keterangan perseroan yang diperoleh Rabu disebutkan, fokus pekerjaan adalah pada lokasi-lokasi di daerah tambang nikel yang akan diproduksi yakni di Blok D dan Blok E Kabupaten Morowali Utara Sulawesi Tengah. Pelaksana eksplorasi oleh PT Itamatra Nusantara anak usaha perseroan bersama dengan pihak ketiga. Hasil pengujian telah masuk dalam proses analisis. Rencana aksi selanjutnya melakukan perencanaan untuk pengeboran pada daerah Blok E PT Itamatra Nusantara. (end) Sumber:  http://www.iqplus.info/news/stock_news/dkft-central-omega-keluarkan-rp86-juta-untuk-eksplorasi-september,81073757.html

DKFT | CENTRA OMEGA RESOURCES RAIH PENDAPATAN Rp380,8 MILIAR HINGGA JUNI

PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) meraih penjualan Rp380,83 miliar hingga periode 30 Juni 2019 naik dari penjualan Rp146,96 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan menyebutkan, beban pokok naik jadi Rp236,31 miliar dari Rp132,24 miliar dan laba kotor naik menjadi Rp114,53 miliar dari laba kotor Rp14,72 miliar tahun sebelumnya. Beban usaha naik jadi Rp127,55 miliar dari Rp31,53 miliar dan laba usaha diraih Rp16,97 miliar dari rugi usaha tahun sebelumnya Rp16,81 miliar. Beban lain-lain bersih turun jadi Rp1,34 miliar dari Rp45,93 miliar membuat laba sebelum pajak diraih Rp15,36 miliar dari rugi sebelum pajak tahun sebelumnya Rp62,74 miliar. Laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk diraih Rp38,96 miliar dari rugi tahun berjalan Rp31,40 miliar tahun sebelumnya. Total aset hingga 30 Juni 2019 mencapai Rp2,66 triliun relatif sama dari total aset Rp2,65 triliun hingga 31 Desember 2018. (end) Sumber: http://www.iqplus.info/news/...

DKFT | CENTRAL OMEGA KELUARKAN Rp187 JUTA UNTUK EKSPLORASI JULI

IQPlus, (13/08) - PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mengeluarkan biaya sebesar Rp187.561.263 untuk kegiatan eksplorasi bulan Juli 2019 yang dilakukan anak-anak perusahaan. Menurut keterangan perseroan yang diperoleh Selasa disebutkan, fokus pekerjaan adalah pada lokasi-lokasi di daerah tambang nikel yang akan diproduksi yakni di Blok D Kabupaten Morowali Utara Sulawesi Tengah. Pelaksana eksplorasi oleh PT Itamatra Nusantara anak usaha perseroan bersama dengan pihak ketiga. Hasil pengujian telah masuk dalam proses analisis. Rencana aksi selanjutnya melakukan perencanaan untuk pengeboran pada daerah Blok D PT Itamatra Nusantara. (end)

Berita Saham DKFT | 8 Maret 2018

Berita Saham DKFT PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) melakukan kegiatan eksplorasi pada bulan Februari 2018 yang dilakukan oleh anak-anak perusahaan. Menurut keterangan perseroan Kamis, fokus pekerjaan adalah pada lokasi-lokasi di daerah tambang nikel yang akan diproduksi yakni di Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah. Adapun biaya kegiatan eksplorasi sebesar Rp523.487.684. Metode eksplorasi core drilling HQ dengan program spasi 25 m x 25m dimana eksplorasi dilakukan anak usaha perseroan PT Mulia Pacific Resources dengan pihak ketiga. (end) source: IQPLUS

Saham Online di Facebook