google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham GIAA, SMGR dan ISAT | 5 Maret 2019 Langsung ke konten utama

Analisa Saham GIAA, SMGR dan ISAT | 5 Maret 2019

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 11,46 poin atau 0,18% ke 6.488 di akhir perdagangan Senin (4/3). Untuk perdagangan Selasa (5/3), simak perdagangan saham-saham berikut:

1. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA)

Dari pergerakan saham tampak limited upside yang mendekati resistance bullish channel dan berpeluang koreksi teknikal. Selain itu terlihat test support garis moving average (MA) 20 setelah kembali menguat namun tidak disertai volume kembali. 

Dari indikator RSI dan stochastic mendekati area titik jenuh atau overbought di level 70 dan 79.

Rekomendasi : Sell on strength
Support : Rp 520
Resistance : Rp 580

Muhammad Wafi, Bahana Sekuritas

2. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)

Pada pergerakan saham muncul indikator Inverted hammer candle dengan volume perdagangan menurun. Namun dari indikator MACD berpotensi Golden Cross (GC). 

Indikator RSI tampak datar dan indikator stochastic terlihat bergerak normal. Seluruh indikator tersebut menguji level resistance awal Rp 13.000-Rp 13.250. Disarankan tahan jual jika saham mampu break level Rp 13.450.

Rekomendasi : Sell on strength
Support : Rp 12.500
Resistance : Rp 13.450

Achmad Yaki, BCA Sekuritas

3. PT Indosat Tbk (ISAT)

Indosat Tbk (ISAT) pada perdagangan kemarin ditutup melemah. Saham membentuk pola candle bearish enguilfing menguji level support minor jangka pendek ke level Rp 3.150. Indikasi masih adanya pelemahan kendati disertai dengan tidak adanya volume akumulasi yang cukup signifikan. 

Indikator stochastic bergerak sideways di level 40, nampak sudah mendekati areal oversold. Saham ISAT diperkirakan masih akan bergerak menguat, investor disarankan untuk kembali wait and see sampai level support minor Rp 3.150 gagal tertembus, apabila level ini gagal tertembus, investor dapat mengakumulasi kembali.

Rekomendasi : Buy on Weakness
Support : Rp 3.090
Resistance : Rp 3.340

Edo Ardiansyah, Erdikha Elit Sekuritas


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...

Investasi untuk Lansia yang Ingin Punya Tabungan Warisan untuk Anak dan Cucu

Semakin mendekati usia senja pasti banyak dari Anda yang sudah mulai memikirkan bagaimana cara menabung untuk bekal masa depan anak dan cucu di masa depan alias warisan atau bisa juga untuk kepentingan lainnya di beberapa tahun kedepan. Seperti yang sudah diketahui, pada usia senja tidak banyak kegiatan yang bisa dilakukan termasuk kegiatan untuk menghasilkan uang atau mencicil aset. Faktornya bisa karena tubuh yang sudah tidak sanggup beraktivitas seperti dulu dan terbatasnya pilihan yang bisa dikerjakan secara aman dan nyaman untuk para lansia. Tapi tenang saja, yang lain bisa terbatas tapi tidak untuk investasi. Dengan berinvestasi Anda tidak perlu lagi bingung bagaimana meng alokasikan sebagian dana pensiun atau penghasilan saat ini ke hal yang bisa disimpan, dikelola bahkan dikembangkan lagi untuk dijadikan bekal masa depan anak dan cucu atau untuk cita-cita lainnya. Berikut jenis-jenis investasi yang cocok untuk para orang tua yang sudah memasuki usia lansia (lanjut usia): 1. Dep...