google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham PGAS | APRESIASI PEMEGANG SAHAM, PGN SEBAR DIVIDEN Rp56,99 PER SAHAM Langsung ke konten utama

Saham PGAS | APRESIASI PEMEGANG SAHAM, PGN SEBAR DIVIDEN Rp56,99 PER SAHAM


IQPlus, (29/04) - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), yang beragendakan, yakni persetujuan pemegang saham atas penggunaan laba bersih 2018 dan penambahan direksi perseroan.

RUPST telah sepakati untuk membagikan dividen kepada pemegang saham tercatat sebesar Rp1,38 triliun atau sebanyak 31,79 persen dari total laba bersih tahun buku 2018.

.Dividen yang dibagikan senilai Rp1,38 triliun atau setara Rp56,99 per saham. Jumlah ini naik 80 persen dari tahun sebelumnya,. kata Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso di Jakarta, Jumat lalu.

Selain pembagian dividen, RUPST juga sepakati untuk mengangkat direktur tambahan baru yang akan memimpin direktorat strategis dan pengembangan bisnis. 

Gigih mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan aktivasi kembali posisi direktur yang sebelumnya sudah pernah ada pada periode 2016 sampai 2017. 

.Syahrial Mukhtar akan mengisi posisi direktur strategi dan pengembangan bisnis. Sebelumnya bapak Syahrial Mukhtar di Pertamina,. sebut dia.

Di sepanjang tahun 2018, Emiten berticker PGAS ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp 4,34 triliun atau tumbuh 54,89 persen secara year on year (yoy) dari tahun sebelumnya. 

Sedangkan jika dibandingkan tahun sebelumnya, dividen per saham perseroan juga meningkat menjadi Rp56,99 per saham dari tahun sebelumnya yang sebeaar Rp31,61 per saham. (end/fu)

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...