google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham ANTM, INDY, BBTN dan SSIA Langsung ke konten utama

Analisa Saham ANTM, INDY, BBTN dan SSIA

MNC Daily Scope Wave
3 Mei 2019

IHSG terkoreksi cukup agresif sebesar 1.3% ke level 6,374. Koreksi tersebut kami perkirakan merupakan bagian dari wave ii, setelah terkonfirmasi selesai maka IHSG akan menguat kembali untuk membentuk wave iii ke area 6,505-6,520. Apabila IHSG terkoreksi ke bawah 6,321 maka yang terjadi IHSG akan berpotensi menuju ke 6,200-6,250.
Support: 6,350, 6,321
Resistance: 6,500, 6,550

ANTM - Buy on Weakness (820)
Kami perkirakan ANTM sudah berada pada akhir wave [c] dari wave B, dimana potensi koreksi ANTM sudah terbatas. Selanjutnya, ANTM akan menguat untuk membentuk wave C dengan level penguatan terdekat berada pada 875-925. 
Buy on Weakness: 790-815
Target Price: 875, 925, 970
Stoploss: below 740


INDY - Buy on Weakness (1,705)
Kami perkirakan INDY sedang berada pada awal wave (iii) dari wave C. INDY berpotensi menguat hingga level 1,910.
Buy on Weakness: 1,685-1,700
Target Price: 1,780, 1,830, 1,910
Stoploss: below 1,635


BBTN - Buy on Weakness (2,490)
Posisi BBTN saat ini sudah berada pada awal wave (v) dari wave [iii], yang berarti BBTN berpotensi untuk menguat dengan target 2,850.
Buy on Weakness: 2,450-2,480
Target Price: 2,600, 2,680, 2,850
Stoploss: below 2,350


SSIA - Sell on Strength (660)
Kami perkirakan SSIA sudah berada pada akhir wave [iii] dari wave C dan SSIA berpotensi terkoreksi untuk membentuk wave [iv], dengan level koreksi berada pada 620-600.
Sell on Strength: 660-680


Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...