Langsung ke konten utama

Saham BDMN | FITCH AFIRMASI PERINGKAT BANK DANAMON


IQPlus, (28/05) - Fitch Ratings telah mengafirmasi Peringkat Jangka Panjang Issuer Default Rating (IDR) Jangka Panjang PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) di 'BBB'. Peringkat-peringkat support lainnya juga telah diafirmasi dan Outlook untuk peringkat jangka panjang Stabil. Pada saat yang sama Fitch Ratings Indonesia telah memberikan peringkat obligasi rupiah senior tanpa jaminan Bank Danamon sebagai berikut:

- Peringkat Nasional Jangka Panjang untuk program Obligasi Berkelanjutan I sejumlah maksimum IDR 5 trilyun di 'AAA (idn)'
- Peringkat Nasional Jangka Panjang untuk Obligasi Berkelanjutan I tahap I dengan jangka waktu 370 hari di 'AAA (idn)'
- Peringkat Nasional Jangka Panjang untuk Obligasi Berkelanjutan I tahap I dengan jangka waktu 3 tahun di 'AAA (idn)'

Afirmasi peringkat tersebut menyusul akuisisi yang dilakukan Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc. (MUFG, A/Stabil/a) menjadikannya pemegang saham mayoritas Bank Danamon. Grup bidang keuangan dari Jepang tersebut mengingkatkan kepemilikannya menjadi 93,1% dari 40% pada awal Mei 2019. Peringkat IDR dan Peringat Nasional Bank Danamon didasarkan pada dukungan dan merefleksikan pandangan kami bahwa bank akan sangat mungkin menerima dukungan luar biasa dari induknya yang berperingkat lebih tinggi, apabila diperlukan. Pandangan ini didasarkan pada peran Danamon dalam memperluas kehadiran MUFG di Asia Tenggara dan kemampuan group yang besar untuk mendukung anak perusahaannya.

Obligasi diperingkat pada tingkat yang sama dengan Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Danamon sesuai dengan kriteria Fitch, karena merupakan kewajiban yang bersifat langsung dan senior tanpa jaminan serta memiliki peringkat yang sama dengan kewajiban lainnya dari Bank Danamon. (end)

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

DAFTAR PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI BERDASARKAN SEKTOR

Daftar perusahaan yang terdaftar di BEI | IHSG IDX
Daftar perusahaan yang terdaftar di BEI berdasarkan Sektor bisa dilihat di bawah ini. Sekedar untuk informasi, Ada 9 sektor yang mencantumi komponen - komponennya yaitu Pertanian, Pertambangan, Industri Dasar, Aneka Industri, Industri Barang Konsumsi, Properti, Infrastruktur, Keuangan dan Perdagangan dan sektor khusus seperti KOMPAS 100, JII, LQ45, BISNIS 27, PEFINDO 25 dan SRI - KEHATI. Semua emiten yang tercatat di BEI juga tercatat tergantung dengan tipe usahanya dan likuidasinya sendiri.

Daftar perusahaan pertanian yang terdaftar di BEI Daftar perusahaan pertanian yang terdaftar di BEI adalah sebagai berikut:
Tanaman Pangan BISI International Tbk

Perkebunan Astra Agro Lestari TbkBW Plantation TbkGozco Plantations TbkJaya Agra Wattie TbkMulti Agro Gemilang Plantation TbkProvident Agro TbkPP London Sumatra TbkSalim Ivomas Pratama TbkSampoerna Agro TbkSMART TbkTunas Baru Lampung TbkBakrie Sumatra Plantations Tbk

Peternakan Cipendawa Tbk…

Cara Membaca Grafik Saham di Bursa Efek

Pergerakan harga instrumen finansial baik saham maupun forex biasanya digambarkan dalam bentuk grafik. Grafik ini memudahkan trader untuk mengetahui pola-pola pergerakan harga yang terjadi sebelumnya. Ada beberapa jenis grafik yang biasa dipakai di pasar finansial yaitu: Line Chart/Grafik GarisBar Chart/Grafik BatangCandlestick Chart/Grafik Lilin Grafik Line Chart hanya memuat data harga dipenutupan perdagangan yang digambarkan dalam bentuk garis saja. Sementara Bar Chart dan Candlestick Chart hampir sama dikarenakan memuat data harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi dan terendah. Hanya saja grafik candlestick lebih mudah dibaca dibandingkan grafik bar. Di samping itu keunggulan lain dari candlestick chart adalah mampu menampilkan psikologi pasar dengan tampilan yang lebih mudah dibaca. Berikut tampilan masing-masing chart menggunakan contoh Indeks S&P500: Line Chart Bar Chart Candlestick Chart Saya pribadi selalu menggunakan candlestick chart di platform trading yang sa…

Cara Menghitung Beta Saham CAPM

Apa itu CAPM CAPM (Capital Asset Pricing Model) adalah model yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian(required return) dari suatu aset. Model ini mendapatkan penghargaan nobel  pada tahun 1990 dan pada prakteknya juga sering digunakan untuk menentukan nilai cost of equity.

Dari sudut pandang investor, besarnya tingkat pengembalian seharusnya berbanding lurus dengan risiko yang diambil. Untuk memudahkan saya buat ilustrasi yang disederhanakan sebagai berikut:

Alex punya uang 100juta, berkeinginan untuk menginvestasikan uangnya pada bisnis warung retail. Pertanyaan yang seringkali dihadapi adalah: Jika Alex memutuskan untuk berinvestasi pada bisnis warung retail, berapa besar tingkat pengembalian yang harus dia dapatkan? Mengingat bahwa jika dia menginvestasikan uangnya, dia dihadapkan dengan risiko bisnis warung retail.

Pertimbangan untuk AlexDepositoInvestasi Toko/Warung RetailRisikoMinim, relatif nggak ada bagi AlexBisa bangkrut atau perkembangan bisnis tidak sesuai harap…