google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham BJTM | BANK JATIM BIDIK POTENSI OJEK DARING Langsung ke konten utama

Saham BJTM | BANK JATIM BIDIK POTENSI OJEK DARING


IQPlus, (21/05) - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) membidik potensi ojek dalam jaringan (jaring/online) melaui kerja sama dengan salah satu perusahaan fintech PT Solusi Transportasi Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Grab.

Direktur Keuangan Bank Jatim, Ferdian Timur Satyagraha di Surabaya, Senin mengatakan beberapa potensi bisnis yang dapat digali dengan kerja sama ini antara lain Co Branding kartu ATM Bank Jatim yang bisa digunakan sebagai kartu anggota mitra pengemudi Grab.

Selain itu, kata dia, nantinya akan ada sinkronisasi menu payment Bank Jatim pada aplikasi Grab sehingga e-channel Bank Jatim dapat dimanfaatkan oleh para mitra Grab.

"Ke depannya kami dan Grab juga akan berkolaborasi dalam program 'society service' serta potensi bisnis lainnya yang dapat mempermudah masyarakat khususnya para mitra Grab," katanya dalam keterangan pers.

Keuntungan lainnya yang dapat diperoleh Bank Jatim dengan adanya kerja sama ini adalah potensi peningkatan "fee based income" yang dapat digali dari transaksi Kartu Debit dan e-channel Bank Jatim oleh pengemudi Grab.

Ia mengatakan, pendapatan Bank Jatim dari sisi lending/kredit juga dimungkinkan sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

Ferdian mengatakan, kerja sama Nota Kesepahaman (MoU) Tentang Layanan Jasa Keuangan ini juga sebagai bagian dari inovasi Bank Jatim dalam menjalankan roadmap digital banking.

Kerja sama itu, juga dimaksudkan sebagai landasan/dasar untuk pelaksanaan kerja sama yang bersifat lebih teknis dengan tujuan mensinergikan bisnis kedua belah pihak.(end)

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...