google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham ASII, RALS, DILD dan BBNI Langsung ke konten utama

Analisa Saham ASII, RALS, DILD dan BBNI

Analisa Saham ASII, RALS, DILD dan BBNI



MNC Daily Scope Wave
9 Juli 2019

IHSG kemballi ditutup terkoreksi tipis sebesar 0,3% ke level 6,351 dan sempat menyentuh level terendahnya di 6,324. Selama IHSG tidak terkoreksi menembus 6,269, kami masih memperkirakan potensi penguatan akan terjadi di IHSG, meskipun sudah cukup terbatas. Namun, apabila IHSG terkoreksi menembus 6,269, maka koreksi terdekat berada pada area 6,200.
Support: 6,300, 6,200
Resistance: 6,380, 6,450

ASII - Buy on Weakness (7,300)
Penguatan ASII sebesar 2,1% pada perdagangan kemarin (8/7) menandakan ASII sedang berada pada wave [ii] dari wave [c]. Dimana ASII dalam jangka pendek berpotensi menguat terlebih dahulu.
Buy on Weakness: 7,200-7,300
Target Price: 7,450, 7,575
Stoploss: below 7,050

RALS - Buy on Weakness (1,395)
Pada perdagangan kemarin (8/7), RALS ditutup menguat 1,5% ke level 1,395. Saat ini kami perkirakan RALS sedang mengawali wave (5) dan berpotensi menguat, dengan target terdekat berada pada level 1,450.
Buy on Weakness: 1,360-1,390
Target Price: 1,450, 1,530, 1,600
Stoploss: below 1,310

DILD - Sell on Strength (408)
Selama tidak menguat dan menembus 426, maka kami perkirakan DILD sudah berada pada akhir wave (b) dari wave [iv]. Dimana DILD rawan terkoreksi untuk membentuk wave [iv] dengan level koreksi terdekat berada pada 380.
Sell on Strength: 408-418

BBNI - Sell on Strength (8,975)
Kami memperkirakan BBNI sedang membentuk wave [c] dari wave (B), yang berarti BBNI masih berpotensi untuk terkoreksi kembali dengan level terdekat berada pada 8,650.
Sell on Strength: 8,975-9,200

Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...

Investasi untuk Lansia yang Ingin Punya Tabungan Warisan untuk Anak dan Cucu

Semakin mendekati usia senja pasti banyak dari Anda yang sudah mulai memikirkan bagaimana cara menabung untuk bekal masa depan anak dan cucu di masa depan alias warisan atau bisa juga untuk kepentingan lainnya di beberapa tahun kedepan. Seperti yang sudah diketahui, pada usia senja tidak banyak kegiatan yang bisa dilakukan termasuk kegiatan untuk menghasilkan uang atau mencicil aset. Faktornya bisa karena tubuh yang sudah tidak sanggup beraktivitas seperti dulu dan terbatasnya pilihan yang bisa dikerjakan secara aman dan nyaman untuk para lansia. Tapi tenang saja, yang lain bisa terbatas tapi tidak untuk investasi. Dengan berinvestasi Anda tidak perlu lagi bingung bagaimana meng alokasikan sebagian dana pensiun atau penghasilan saat ini ke hal yang bisa disimpan, dikelola bahkan dikembangkan lagi untuk dijadikan bekal masa depan anak dan cucu atau untuk cita-cita lainnya. Berikut jenis-jenis investasi yang cocok untuk para orang tua yang sudah memasuki usia lansia (lanjut usia): 1. Dep...