google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Saham ASRI, UNVR, MEDC dan BRPT Langsung ke konten utama

Analisa Saham ASRI, UNVR, MEDC dan BRPT

Analisa Saham ASRI, UNVR, MEDC dan BRPT



MNC Daily Scope Wave
12 Juli 2019

Pada perdagangan kemarin (11/7), IHSG ditutup menguat tipis sebesar 0,1% ke level 6,417. Kami memperkirakan bahwa pergerakan IHSG sudah berada pada akhir dari wave v, sehingga potensi penguatan IHSG sudah cenderung terbatas dan rawan untuk terkoreksi. Adapun target koreksi dari IHSG berada pada area 6,200.
Support: 6,370, 6,200
Resistance: 6,450, 6,510

ASRI - Buy on Weakness (354)
Kemarin (11/7), ASRI menguat cukup agresif dan ditutup pada level 354. Posisi ASRI saat ini diperkirakan berada pada akhir wave i dari wave (iii). Hal ini membuat ASRI rawan untuk terkoreksi untuk membentuk wave ii ke area 342-348. Setelah wave ii terkonfirmasi terbentuk, maka ASRI akan menguat kembali.
Buy on Weakness: 342-348
Target Price: 364, 376
Stoploss: below 332

UNVR - Buy on Weakness (44,800)
Pergerakan UNVR yang cenderung sideways kami perkirakan merupakan dari wave [ii] dari wave 3. Sehingga UNVR berpotensi terkoreksi terlebih dahulu dalam jangka pendek, sebelum akhirnya akan menguat kembali membentuk wave [iii].
Buy on Weakness: 43,200-43,800
Target Price: 46,125, 47,800
Stoploss: below 41,525

MEDC - Buy on Weakness (845)
Kami perkirakan saat ini posisi MEDC sedang berada pada awal wave (iii) dari wave [c]. MEDC masih berpotensi menguat dalam jangka pendek.
Buy on Weakness: 820-840
Target Price: 925, 1,000
Stoploss: below 750

BRPT - Sell on Strength (3,400)
Penguatan yang terjadi pada BRPT diperkirakan merupakan bagian dari wave [b], dimana BRPT masih rawan untuk terkoreksi. Adapun level koreksi terdekat berada pada level 3,220.
Sell on Strength: 3,400-3,500

Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

PT Ciputra Development Tbk Optimis Target Marketing Sales Tahun Ini Tercapai

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimis target marketing sales tahun ini dapat tercapai. S epanjang 2021, emiten properti ini membidik marketing sales Rp 5,9 triliun Direktur CTRA, Tulus Santoso menjelaskan optimisme itu berangkat dari capaian marketing sales perusahaan di semester I-2021 yang telah melebih 50% dari target. "Pencapaian (marketing sales) semester 1 sekitar 61% dari target full year jadi mestinya akan tercapai," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/9). Selain itu, optimisme perusahaan kian kuat dengan adanya perpanjangan insentif yang diberikan pemerintah pada sektor properti. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun hingga Desember 2021. Tulus menyambut baik akan perpanjangan insentif tersebut, sebab pemberian insentif tersebut memberikan efek positif terhadap marketing sales perusahaan. Ia menuturkan dampak sale...

SAHAM BEEF ALAMI OVERSUBSCRIBED HINGGA 86,11 KALI

IQPlus, (10/01) - Perusahaan makanan olahan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) hari ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, BEEF menjadi emiten kedua yang berhasil listing melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko mengatakan, perseroan melepas sahamnya sebanyak 376.862.500 saham baru atau sekitar 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. "Saham BEEF mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 86,11 kali dari  porsi pooling,"ujarnya. Awal diperdagangkan, saham BEEF naik 140 poin atau 41,18% ke level Rp 480 dari harga IPO Rp 340. Saham BEEF ditransaksikan sebanyak 112 kali dengan volume sebanyak 66.680 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 3,37 miliar. "Kami bersyukur, saham KIBIF sangat diminati investor sehingga mengalami oversubscribed.  Hal ini menandai investor percaya pada perusahaan,"ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kam...

Investasi untuk Lansia yang Ingin Punya Tabungan Warisan untuk Anak dan Cucu

Semakin mendekati usia senja pasti banyak dari Anda yang sudah mulai memikirkan bagaimana cara menabung untuk bekal masa depan anak dan cucu di masa depan alias warisan atau bisa juga untuk kepentingan lainnya di beberapa tahun kedepan. Seperti yang sudah diketahui, pada usia senja tidak banyak kegiatan yang bisa dilakukan termasuk kegiatan untuk menghasilkan uang atau mencicil aset. Faktornya bisa karena tubuh yang sudah tidak sanggup beraktivitas seperti dulu dan terbatasnya pilihan yang bisa dikerjakan secara aman dan nyaman untuk para lansia. Tapi tenang saja, yang lain bisa terbatas tapi tidak untuk investasi. Dengan berinvestasi Anda tidak perlu lagi bingung bagaimana meng alokasikan sebagian dana pensiun atau penghasilan saat ini ke hal yang bisa disimpan, dikelola bahkan dikembangkan lagi untuk dijadikan bekal masa depan anak dan cucu atau untuk cita-cita lainnya. Berikut jenis-jenis investasi yang cocok untuk para orang tua yang sudah memasuki usia lansia (lanjut usia): 1. Dep...