google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo INTP - SMBR - SMCB | Produsen Semen Menaggung Biaya Produksi Tinggi Langsung ke konten utama

INTP - SMBR - SMCB | Produsen Semen Menaggung Biaya Produksi Tinggi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren penurunan harga batubara tidak serta-merta menjadi katalis positif bagi pelaku industri semen. Pasalnya, harga beli batubara mereka bisa jadi berbeda dengan harga batubara acuan di pasar global.

Mengintip data Bloomberg, harga kontrak batubara untuk pengiriman Oktober 2019 di pasar ICE Future Newcastle pada Jumat (5/7) sebesar US$ 78,30 per metrik ton. Harga itu menyusut 18,35% year to date (ytd) atau sejak akhir tahun lalu yang tercatat US$ 95,90 per metrik ton.

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk berharap bisa menikmati tren penurunan harga tersebut. "Akan tetapi penurunan harga batubara itu terjadi di pasar dunia, sedangkan di dalam negeri belum terjadi penurunan yang berarti," kata Antonius Marcos, Sekretaris Perusahaan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) saat dihubungi KONTAN, Minggu (7/7).

Kalau harga beli batubara turun, Indocement akan menikmati pengurangan biaya produksi yang lumayan. Maklumlah, hampir 40% biaya produksi semen berasal dari bahan bakar batubara. Namun INTP tak menjelaskan berapa harga beli batubara mereka.

Cerita PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) tidak jauh berbeda. Perusahaan semen pelat merah tersebut mengaku permintaan semen di semester I 2019 melambat. Mereka kemudian memanfaatkan kondisi sepi produksi tersebut untuk merawat mesin.

Proyek infrastruktur

Sambil jalan, Semen Indonesia menata sinergi bisnis dengan anak usaha baru, yakni PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). "Jadi semester II ini kami telah siap memenuhi kebutuhan konsumen dalam penyediaan produk dan layanan," kata Sigit Wahono, General Manager of Corporate Communications PT Semen Indonesia (Persero) Tbk kepada KONTAN, Minggu (7/7).

Salah satu sinergi dalam bentuk pembelian batubara bersama. Lewat strategi itu, tahun 2019 Solusi Bangun Indonesia mengincar kinerja keuangan impas alias tidak untung dan tidak rugi.

Meskipun pasar semen belum terasa gereget dan menggigit, para produsen tetap mencanangkan target pertumbuhan penjualan. Mereka melihat, proyek infrastruktur pemerintah bisa mendongkrak konsumsi semen pada semester kedua. Agung Wiharto, Direktur PT Solusi Bangun Indonesia Tbk menambahkan, kondisi cuaca juga lebih kondusif ketimbang semester I.

PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) juga bergantung pada efek domino proyek infrastruktur. "Pertumbuhan untuk semen curah misalnya memang didukung oleh pembangunan infrastruktur terutama proyek jalan tol," tutur Jobi Triananda Hasjim, Direktur Utama PT Semen Baturaja Tbk (Persero) Tbk.

Semen Baturaja juga berupaya menekan harga pokok penjualan (HPP) semen. Salah satunya dengan memanfaatkan batubara 4.500 kilokalori per kilogram (kkal/kg)–5.500 kkal/kg atau kalori rendah dalam produksi. Harga batubara itu lebih murah ketimbang kalori tinggi.

Adapun Indocement memacu penjualan segmen ritel dan proyek. Melalui merek Semen Rajawali, perusahaan tersebut ingin meningkatkan kesadaran merek. Targetnya adalah mencatatkan pertumbuhan penjualan 5%–6%. Penjualan bersih mereka di sepanjang tahun lalu mencapai Rp 15,19 triliun.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...