google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo KPIG | GARAP 2 PROYEK, MNC DAN TRUMP ORGANIZATION SIAP INVESTASI US$1,7 MILIAR Langsung ke konten utama

KPIG | GARAP 2 PROYEK, MNC DAN TRUMP ORGANIZATION SIAP INVESTASI US$1,7 MILIAR

IQPlus, (13/08) -  PT MNC Land Tbk (KPIG) dan Trump Organization secara resmi menghadirkan dua proyek properti Trump Residences di Lido Bogor, Jawa Barat dan Tanah Lot, Bali. Pasalnya total nilai investasi dari kedua proyek tersebut mencapai US$1,7 miliar atau setara dengan Rp24,3 triliun (Kurs Rp14.300/USD).

"Sumber dananya akan diambil dari kas internal. Jika membutuhkan dana tambahan, kami akan memanfaatkan pijaman dari bank," kata Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, di Jakarta, Selasa (13/8).

Dia menyebutkan, Trump Residences Lido akan dibangun di atas lahan seluas 350 hektar yang berada di area MNC Lido City seluas 3.000 hektar. Sedangkan, Trump Residences Bali akan dibangun di atas lahan seluas 102 hektar yang akan memiliki 224 unit kondominium dan 144 unit vila.

Hary Tanoe mengatakan, Trump Residences Bali berada di kawasan MNC Bali Resort-World's Paradise yang berdekatan dengan Bandara Internasional Ngurah Rai. "Hunian berkelas dunia ini terintegrasi dengan pengembangan Trump International Resort, Golf Club & Residences Bali," ujarnya

Di tempat yang sama, Executive Vice President Trump Organization, Donald Trump Junior mengatakan, setelah kedua proyek tersebut rampung, maka Trump Residences akan menjadi proyek properti terbaik dan termewah. "Kami sangat gembira bisa menghadirkan proyek prestisius dan menawarkan gaya hidup mewah," kata Trump Junior.


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...