google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Rekomendasi Saham BIRD, GGRM, HMSP, INCO, ITMG, MEDC | Binaartha Parama Sekuritas Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham BIRD, GGRM, HMSP, INCO, ITMG, MEDC | Binaartha Parama Sekuritas


Review IHSG

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini diperkirakan melanjutkan tren bullish, setelah akhir pekan lalu mampu mempertahankan posisi di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,18 persen ke level 6.191.
Indikator MACD telah membentuk pola golden cross di area negatif, sedangkan indikator Stochastic dan RSI terus menunjukkan tren positif.
Di sisi lain, terlihat upward bar yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG , sehingga indeks berpeluang menuju level resistance terdekat.
Saat ini support pertama dan kedua IHSG berada di level 6.158 dan 6.126, sedangkan resistance pertama dan kedua di posisi 6.230 dan 6.276.

Rekomendasi Saham

PT Blue Bird Tbk (BIRD)

Daily (Rp2.330) (RoE: 5,93%; PER: 18,39x; EPS: 126,70; PBV: 1,07x; Beta: 0,57). Indikator MACD berhasil membentuk pola golden cross di area negatif, sehingga mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.300-2.340, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.400, 2.500 dan 2.920. Support: Rp2.300 dan 2.200.

PT Gudang Garam Tbk (GGRM)

Daily (Rp52.050) (RoE: 18,39%; PER: 11,55x; EPS: 4506,32; PBV: 2,15x; Beta: 0,83). Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA-10 dan MA-20 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp51.600-52.100, dengan target harga secara bertahap di level Rp55.200, 59.050 dan 65.500. Support: Rp48.000.

PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)

Daily (Rp2.160) (RoE: 42,49%; PER: 18,55; EPS: 116,42; PBV: 7,88x; Beta: 0,93). Indikator MACD berhasil membentuk pola golden cross di area negatif, sehingga mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.150-2.170, dengan target harga di level Rp2.330, 2.440 dan 2.570. Support: Rp2.090.

PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

Daily (Rp3.480) (RoE: -2,84%; PER: -48,08x; EPS: -74,66; PBV: 1,37x; Beta: 1,08). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA-60 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp3.450-3.490, dengan target harga secara bertahap di level Rp3.530, 3.590, 3.860, 4.130 dan 4.400. Support: Rp3.450 dan 3.320.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

Daily (Rp12.250) (RoE: 15,38%; PER: 6,97x; EPS: 1817,86; PBV: 1,10x; Beta: 1,64). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp12.100-12.300, dengan target harga secara bertahap di level Rp12.750, 15.200 dan 17.650. Support: Rp12.100 dan 12.000.

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

Daily (Rp650) (RoE: 3,86%; PER: 14,93x; EPS: 44,20; PBV: 0,58x; Beta: 2,21). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA-10 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp640-660, dengan target harga secara bertahap di level Rp690, 720 dan 785. Support: Rp630.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...