google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | AALI, WSKT, INCO, MEDC Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | AALI, WSKT, INCO, MEDC


MNC Daily Scope Wave

13 Desember 2019

IHSG kemarin (12/12) ditutup terkoreksi 0,7% ke level 6,139 diikuti dengan volume penjualan yang besar. Kami perkirakan IHSG saat ini berada pada fase koreksi wave (b) dari wave [x] atau wave alt [ii]. Arah koreksi IHSG berada pada level 6,040-6,080.
Support: 6,100, 6,050
Resistance: 6,200, 6,275

AALI - Buy on Weakness (13,250)

Koreksi yang terjadi pada AALI kemarin (12/12), diperkirakan merupakan bagian dari wave iv dari wave (iii) dari wave [v]. Dimana koreksi tersebut merupakan koreksi wajar, dan selanjutnya setelah mengkonfirmasi wave iv maka AALI dapat berbalik menguat untuk membentuk wave v dari wave (iii).
Buy on Weakness: 13,000-13,200
Target Price: 13,800, 14,000, 14,400
Stoploss: below 12,800

WSKT - Buy on Weakness (1,425)

Kami perkirakan WSKT sudah berada di akhir wave (iv) dari wave [i], sehingga WSKT berpotensi menguat untuk membentuk wave (v) dari wave [i].
Buy on Weakness: 1,410-1,425
Target Price: 1,500, 1,550, 1,570
Stoploss: below 1,390

INCO - Sell on Strength (3,360)

Posisi INCO saat ini kami perkirakan sudah berada pada akhir wave [i] dari wave 3, dimana INCO rawan terkoreksi untuk membentuk wave [ii] terlebih dahulu. Level koreksi INCO kami perkirakan berada pada area 3,230 dan 3,120.
Sell on Strength: 3,360-3,400

MEDC - Sell on Strength (830)

Pergerakan MEDC kami perkirakan sudah berada pada akhir dari wave (c) dari wave [iii], sehingga saat ini MEDC rentan terkoreksi untuk membentuk wave [iv]. Adapun level koreksi MEDC kami perkirakan minimal berada pada area 785 dan idealnya berada pada 730.
Sell on Strength: 830-860

Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

INI PENJELASAN PAN BROTHERS TERKAIT AKSI UNJUK RASA KARYAWAN PABRIK DI BOYOLALI

Ribuan karyawan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan unjuk rasa di depan pabriknya pada Rabu (5/5/2021). Pasalnya, unjuk rasa yang akhirnya mendorong karyawan melakukan mogok kerja tersebut, dipicu adanya informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga akan dicicil delapan kali. Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni menjelaskan bahwa, adanya kesalah pahaman dari penerimaan info yang disampaikan ke karyawan dan karyawati dan mengakibatkan simpang siurnya berita yang muncul di media "Pagi tanggal 5 Mei 2021 kami mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati kami, bahwa saat ini kondisi Arus Kas / Cash Flow perusahaan agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,"kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Kamis, (6/5). Oleh karena itu, de...