Langsung ke konten utama

Saham PTBA | PT Bukit Asam Tbk Jadi Raih Penghargaan di Good Corporate Governance Award 2019


IQPlus, (13/12) - PT Bukit Asam Tbk meraih dua penghargaan sebagai perusahaan terbaik sekaligus dalam waktu yang bersamaan, Rabu (11/12). Pada Good Corporate Governance Award 2019 yang digelar di Jakarta, PT Bukit Asam Tbk berhasil meraih penghargaan sebagai Indonesia Most Trusted Companies. Dari seluruh perusahaan nasional yang mengikuti ajang ini, hanya 11 perusahaan terbaik yang meraih penghargaan Indonesia Most Trusted Companies termasuk PT Bukit Asam Tbk. Melalui penghargaan yang digelar oleh IICG dan Majalah SWA ini, Bukit Asam berhasil membuktikan pencapaiannya dalam penerapan GCG yang sesuai dengan aturan dan penerapan sistem manajemen perusahaan yang baik di perusahaan.

Tak hanya itu, PT Bukit Asam Tbk juga meraih penghargaan dalam gelaran Asia.s Most Trusted Company Award 2019 yang diselenggarakan oleh International Brand Consulting Corporation USA di Bangkok, Thailand. Pada acara ini, PT Bukit Asam Tbk berhasil meraih penghargaan sebagai Asia.s Most Trusted Coal Mining Company Category from Indonesia Region. Pencapaian prestasi ini didorong dengan penjualan yang baik di pasar ekspor serta penambahan pasar baru batu bara di tengah lesunya harga batu bara.

"Dengan diraihnya penghargaan yang bergengsi ini, PTBA mendapatkan pengakuan dari publik dan pihak eksternal atas kinerja perusahaan. Implementasi GCG perusahaan telah menjadi perhatian kita bersama, termasuk di dalamnya penerapan operasional hingga strategi perusahaan, sehingga mampu mendorong pertumbuhan perusahaan," ujar Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Arviyan Arifin.

Melalui penghargaan ini, akan semakin memacu kinerja perusahaan untuk terus dapat mempertahankan dan meningkatkan pencapaian yang telah diraih. (end)

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

DAFTAR PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI BERDASARKAN SEKTOR

Daftar perusahaan yang terdaftar di BEI | IHSG IDX
Daftar perusahaan yang terdaftar di BEI berdasarkan Sektor bisa dilihat di bawah ini. Sekedar untuk informasi, Ada 9 sektor yang mencantumi komponen - komponennya yaitu Pertanian, Pertambangan, Industri Dasar, Aneka Industri, Industri Barang Konsumsi, Properti, Infrastruktur, Keuangan dan Perdagangan dan sektor khusus seperti KOMPAS 100, JII, LQ45, BISNIS 27, PEFINDO 25 dan SRI - KEHATI. Semua emiten yang tercatat di BEI juga tercatat tergantung dengan tipe usahanya dan likuidasinya sendiri.

Daftar perusahaan pertanian yang terdaftar di BEI Daftar perusahaan pertanian yang terdaftar di BEI adalah sebagai berikut:
Tanaman Pangan BISI International Tbk

Perkebunan Astra Agro Lestari TbkBW Plantation TbkGozco Plantations TbkJaya Agra Wattie TbkMulti Agro Gemilang Plantation TbkProvident Agro TbkPP London Sumatra TbkSalim Ivomas Pratama TbkSampoerna Agro TbkSMART TbkTunas Baru Lampung TbkBakrie Sumatra Plantations Tbk

Peternakan Cipendawa Tbk…

Cara Membaca Grafik Saham di Bursa Efek

Pergerakan harga instrumen finansial baik saham maupun forex biasanya digambarkan dalam bentuk grafik. Grafik ini memudahkan trader untuk mengetahui pola-pola pergerakan harga yang terjadi sebelumnya. Ada beberapa jenis grafik yang biasa dipakai di pasar finansial yaitu: Line Chart/Grafik GarisBar Chart/Grafik BatangCandlestick Chart/Grafik Lilin Grafik Line Chart hanya memuat data harga dipenutupan perdagangan yang digambarkan dalam bentuk garis saja. Sementara Bar Chart dan Candlestick Chart hampir sama dikarenakan memuat data harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi dan terendah. Hanya saja grafik candlestick lebih mudah dibaca dibandingkan grafik bar. Di samping itu keunggulan lain dari candlestick chart adalah mampu menampilkan psikologi pasar dengan tampilan yang lebih mudah dibaca. Berikut tampilan masing-masing chart menggunakan contoh Indeks S&P500: Line Chart Bar Chart Candlestick Chart Saya pribadi selalu menggunakan candlestick chart di platform trading yang sa…

Cara Menghitung Beta Saham CAPM

Apa itu CAPM CAPM (Capital Asset Pricing Model) adalah model yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian(required return) dari suatu aset. Model ini mendapatkan penghargaan nobel  pada tahun 1990 dan pada prakteknya juga sering digunakan untuk menentukan nilai cost of equity.

Dari sudut pandang investor, besarnya tingkat pengembalian seharusnya berbanding lurus dengan risiko yang diambil. Untuk memudahkan saya buat ilustrasi yang disederhanakan sebagai berikut:

Alex punya uang 100juta, berkeinginan untuk menginvestasikan uangnya pada bisnis warung retail. Pertanyaan yang seringkali dihadapi adalah: Jika Alex memutuskan untuk berinvestasi pada bisnis warung retail, berapa besar tingkat pengembalian yang harus dia dapatkan? Mengingat bahwa jika dia menginvestasikan uangnya, dia dihadapkan dengan risiko bisnis warung retail.

Pertimbangan untuk AlexDepositoInvestasi Toko/Warung RetailRisikoMinim, relatif nggak ada bagi AlexBisa bangkrut atau perkembangan bisnis tidak sesuai harap…