google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | BBCA, ERAA, ADRO, JSMR Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | BBCA, ERAA, ADRO, JSMR


MNC Daily Scope Wave
26 Februari 2020

Ditutup terkoreksi tipis 0,3% ke level 5,787 dengan tekanan jual yang mulai mengecil, membuat IHSG kami perkirakan masih dapat terkoreksi namun sudah cukup terbatas untuk membentuk wave [v] dari wave C. Setelahnya, IHSG berpotensi untuk berbalik menguat, dengan catatan IHSG mampu menembus level 5,961.
Support: 5,750, 5,720
Resistance: 5,850, 6,000

BBCA - Buy on Weakness (32,650)
Kami perkirakan BBCA sudah berada pada akhir wave [b] dari wave B dimana koreksi BBCA sudah relatif terbatas. Selanjutnya, BBCA berpeluang menguat untuk membentuk wave [c] dari wave B.
Buy on Weakness: 32,350-32,600
Target Price: 34,000, 34,700
Stoploss: below 31,800

ERAA - Buy on Weakness (1,760)
Selama ERAA belum mampu menembus 1,900, maka posisi ERAA saat ini sedang berada di wave [ii] dari wave 3, dimana ERAA masih rentan terkoreksi terlebih dahulu. Apabila sudah terkonfirmasi membentuk wave [ii], maka ERAA akan berpotensi menguat untuk membentuk wave [iii] dari wave 3.
Buy on Weakness: 1,610-1,700
Target Price: 1,950, 2,100
Stoploss: below 1,530

ADRO - Buy on Weakness (1,285)
Saat ini kami perkirakan pergerakan ADRO tertahan oleh MA5 dan sudah berada di akhir wave [b], yang berarti koreksi ADRO diperkirakan sudah cukup terbatas. Selanjutnya, apabila ADRO mampu menguat menembus 1,350 maka ADRO berpeluang untuk membentuk wave [c].
Buy on Weakness: 1,240-1,270
Target Price: 1,450, 1,515
Stoploss: below 1,180

JSMR - Sell on Strength (5,000)
Selama belum mampu menembus 5,100, maka pergerakan JSMR saat ini akan cenderung terkoreksi untuk membentuk wave [b] Adapun level koreksi wave [b] berada pada area 4,800 dan 4,720.
Sell on Strength: 5,000-5,040

Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

INI PENJELASAN PAN BROTHERS TERKAIT AKSI UNJUK RASA KARYAWAN PABRIK DI BOYOLALI

Ribuan karyawan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan unjuk rasa di depan pabriknya pada Rabu (5/5/2021). Pasalnya, unjuk rasa yang akhirnya mendorong karyawan melakukan mogok kerja tersebut, dipicu adanya informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga akan dicicil delapan kali. Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni menjelaskan bahwa, adanya kesalah pahaman dari penerimaan info yang disampaikan ke karyawan dan karyawati dan mengakibatkan simpang siurnya berita yang muncul di media "Pagi tanggal 5 Mei 2021 kami mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati kami, bahwa saat ini kondisi Arus Kas / Cash Flow perusahaan agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,"kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Kamis, (6/5). Oleh karena itu, de...