google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI) Punya Kinerja Keuangan Sangat Baik 2019 Langsung ke konten utama

PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI) Punya Kinerja Keuangan Sangat Baik 2019


IQPlus, (17/03) - Kinerja keuangan PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI) sepanjang periode tahun buku 2019 lalu terlihat sangat baik. Hal ini terlihat dari melonjaknya pendapatan maupun laba yang dibukukan oleh perseroan sepanjang periode tersebut.

Dalam laporan keuangan perseroan yang diterima, Selasa disebutkan sepanjang tahun 2019 perseroan berhasil membukukan pendapatan Rp140,12 miliar atau naik 15,07 persen dari sebelumnya Rp121,78 miliar di tahun 2018.

Untuk beban sepanjang periode di tahun 2019 perseroan berhasil menekan dari sebelumnya Rp88,81 miliar di tahun 2018 menjadi Rp143,65 juta. Alhasil, laba usaha yang dibukukan di periode tahun 2019 melonjak menjadi Rp139,98 miliar dari sebelumnya Rp32,97 miliar di tahun 2018.

Laba sebelum pajak di tahun 2019 melonjak jadi Rp 141,86 miliar dari sebelumnya Rp34,54 miliar di tahun 2018, dan laba tahun berjalan 2019 yang dibukukan melonjak jadi Rp133,45 miliar dari sebelumnya Rp26,51 miliar di tahun 2018.

Total aset sampai dengan akhir periode 2019 juga terlihat melonjak, dari total aset sebelumnya di akhir periode tahun 2018 sebesar Rp273,78 miliar menjadi Rp421,90 miliar.

Adapun untuk total liabilitas dan ekuitas di tahun 2019 naik masing-masing menjadi Rp184,96 miliar dan Rp236,94 miliar dari sebelumnya Rp54,45 miliar dan Rp222,33 miliar di tahun 2018. (end)

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...