google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Ulasan Pasar Global | 10 Maret 2020 Langsung ke konten utama

Ulasan Pasar Global | 10 Maret 2020

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(Mar 10, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Wall Street musnah karena merosotnya minyak mentah, krisis virus semakin dalam

Wall Street menderita kerugian harian terbesar sejak krisis keuangan 2008 pada hari Senin dan kekhawatiran resesi menjulang besar karena jatuhnya harga minyak dan kekhawatiran akan virus korona yang terus-menerus mendorong kepanikan investor pada peringatan ulang tahun kenaikan harga saham di pasar saham A.S.

Dow Jones turun 2.013,76 poin atau 7,79% menjadi 23.851,02. S&P 500 kehilangan 225,81 poin atau 7,60% menjadi 2.746,56. Nasdaq Composite turun 624,94 poin atau 7,29% menjadi 7.950,68.

"Ada banyak ketakutan di pasar dan jika harga minyak terus bergerak lebih rendah itu merupakan indikasi bahwa resesi global tidak jauh," kata analis. Indeks Volatilitas CBOE, ukuran kecemasan investor, menyentuh level tertinggi sejak Desember 2008. Benchmark 10-tahun hasil Treasury AS sempat merosot ke 0,318%, rekor terendah. Aksi jual dimulai pada akhir pekan ketika pakta pasokan minyak antara Arab Saudi dan Rusia runtuh dan kedua negara berjanji untuk meningkatkan produksi di tengah melemahnya permintaan global karena virus korona dan tanda-tanda perlambatan ekonomi.

Harga minyak mencatat penurunan satu hari terbesar sejak perang Teluk 1991, dengan minyak mentah berjangka Brent LCOc1 ditutup turun 23,88% dan WTI bulan depan turun 25,1%. Yang mengirim indeks S&P Energy .SPNY meluncur 20,1%, penurunan satu hari terbesar dalam catatan. Pasar global sudah gelisah karena kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di seluruh dunia melonjak melewati 110.000, menyebabkan gangguan pasokan yang meluas dan langkah-langkah karantina skala besar ketika pemerintah berebut untuk menahan wabah tersebut.

Eropa

Bursa Eropa berakhir di level terendah dalam delapan bulan setelah jatuhnya harga minyak

Bursa Eropa berakhir pada level terendah dalam delapan bulan pada hari Senin, tenggelam ke dalam wilayah market bearish setelah jatuhnya harga minyak memperdalam kekhawatiran bahwa resesi global dapat mengikuti wabah koronavirus.

Indeks STOXX 600 Eropa ditutup turun 7,4%.

Subindeks minyak dan gas .SXEP menanggung beban kerugian, anjlok hampir 17% setelah harga minyak kehilangan sepertiga dari nilainya karena kekhawatiran perang harga antara Arab Saudi dan Rusia. Saham Norwegia .OSEAX yang terpapar minyak mentah anjlok 9,4%, penurunan terburuk mereka dalam lebih dari 30 tahun, sementara FTSE 100 komoditas-berat London. FTSE merosot 7,7%. Minyak utama BP (BP.L) dan Royal Dutch Shell (RDSa.L) keduanya kehilangan hampir 20%, sedangkan Panoro Energy (PENO.OL) Norwegia anjlok 39%. Tullow Oil (TLW.L) berkubang di bagian bawah STOXX 600 setelah kehilangan hampir 32%. Semua sub-sektor Eropa berada di titik merah, dengan penambang yang sensitif terhadap pertumbuhan .XXPP, pembuat mobil .SXAP dan bank .SX7P jatuh sekitar 10%

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...