google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Global Market Review | 13 April 2020 Langsung ke konten utama

Global Market Review | 13 April 2020


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(Apr 13, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Wall Street ditutup dengan kenaikan karena program penyelamatan Fed terbaru

Wall Street menutup minggu perdagangan dengan poin tinggi pada hari Kamis ketika Federal Reserve AS mengeluarkan program lain yang dirancang untuk mendukung pemerintah dan bisnis lokal yang dihancurkan oleh penutupan besar-besaran untuk membendung wabah coronavirus.

Dow Jones naik 285,8 poin atau 1,22% menjadi 23.719,37. S&P 500 naik 39,84 poin atau 1,45% menjadi 2.789,82. Nasdaq Composite bertambah 62,67 poin atau 0,77% menjadi 8.153,58.

Di bawah paket Fed $2,3 triliun, bank sentral AS mengatakan akan bekerja sama dengan bank untuk menawarkan pinjaman empat tahun kepada perusahaan yang terdiri dari 10.000 karyawan dan secara langsung membeli obligasi negara bagian dan lebih banyak kota dan kabupaten. Indeks keuangan naik 5,19%, memberikan dorongan terbesar ke S&P 500, karena bank-bank naik tajam di backstop The Fed. J.P. Morgan naik 8,97%, memimpin kenaikan pada Dow. Saham Dana Obligasi Korporasi Hasil Tinggi iBoxx naik 6,55%. Itu membantu menghilangkan laporan sulit di pasar tenaga kerja, dengan klaim pengangguran awal mingguan melampaui angka 6 juta selama seminggu berturut-turut.

Eropa

Bursa Eropa membukukan minggu terbaik sejak 2011, fokus pada stimulus Uni Eropa

Bursa saham Eropa naik dalam empat hari beruntun pada hari Kamis dengan sentimen didukung oleh putaran terbaru stimulus dari Federal Reserve AS dan pada harapan pandemi coronavirus yang hampir memuncak.

Indeks STOXX 600 Eropa ditutup naik 1,6%.

Sentimen didukung oleh data yang menunjukkan kematian rumah sakit coronavirus di Perancis melambat dan kasus-kasus baru Spanyol mereda, tetapi dorongan utama dari sesi itu muncul ketika indeks Wall Street melonjak setelah The Fed meluncurkan program $2,3 triliun untuk mendukung pemerintah dan bisnis lokal. Data yang dibayangi menunjukkan seminggu lagi dengan lebih dari 6 juta klaim pengangguran A.S. baru. "The Fed akan membeli utang berisiko dan itu akan membuat rebound berbentuk V ini berlangsung sedikit lebih lama," kata analis. "The Fed telah menunjukkan pasar mereka melakukan apa pun untuk ekonomi."

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Rekomendasi Saham BBRI, GGRM, DRMA dan ACST oleh RHB Sekuritas Indonesia | 26 Oktober 2023

RHB Sekuritas Indonesia 26 Oktober 2023 Muhammad Wafi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Bank Rakyat Indonesia terlihat kembali melakukan rebound disertai volume dan menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal reversal dari fase bearish untuk menguji resistance garis MA50. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 5.125 dengan target jual di Rp 5.325 hingga Rp 5.575. Cut loss di Rp 5.000. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Gudang Garam terlihat melakukan rebound dan breakout resistance garis MA50 disertai volume dan menguji resistance garis MA20. Jika mampu breakout resistance garis MA20 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout menuju fase bullish dan menguji level tertingginya di bulan Oktober 2023. Rekomendasi: Buy area disekitar Rp 24.800 dengan target jual di Rp 25.375 hingga Rp 26.650. Cut loss di Rp 24.525. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) Dharma Polimetal terlihat melakukan rebound d...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...