google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Jadwal Dividen Saham TOWR 2020 Langsung ke konten utama

Jadwal Dividen Saham TOWR 2020

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) akan membagikan sisa dividen tunai tahun buku 2019 sebesar Rp 17,86 per saham. Secara keseluruhan, nilai sisa dividen ini mencapai Rp 896,67 miliar.

Sebelumnya, TOWR telah membagikan dividen interim sebesar Rp 6 per saham atau sekitar Rp 302,88 miliar pada Desember 2019. Dengan begitu, total dividen dari tahun buku 2019 adalah sebesar Rp 1,2 triliun.

Baca Juga: Grup Djarum meraup Rp 609,65 miliar dari dividen Sarana Menara Nusantara (TOWR)

Artinya, rasio pembayaran dividen atau payout ratio Sarana Menara Nusantara setara 51,26% dari total laba bersih tahun lalu. Sepanjang 2019, TOWR membukukan laba bersih Rp 2,34 triliun.

Jumlah ini naik 6,4% dibandingkan laba bersih tahun 2018 yang sebesar Rp 2,2 triliun.

Berikut adalah jadwal pembagian sisa dividen TOWR tahun buku 2019:

Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 14 Mei 2020
Ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi: 15 Mei 2020
Cum dividen di pasar tunai: 18 Mei 2020
Tanggal pencatatan ( recording date): 18 Mei 2020
Ex dividen di pasar tunai: 19 Mei 2020
Pembayaran dividen tunai: 27 Mei 2020
Baca Juga: Simak jadwal lengkap pembagian dividen TGKA, AKRA dan SDRA

Hingga perdagangan Jumat (8/5) pukul 11.15 WIB, harga saham TOWR berada di level Rp 885 per saham. Dengan begitu,  yield dividen TOWR adalah sebesar 2,02%.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...