google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Jadwal Pembagian Dividen Saham ROTI Langsung ke konten utama

Jadwal Pembagian Dividen Saham ROTI

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk akan membagikan dividen hingga Rp 149,53 miliar kepada pemegang saham. Rencana itu telah mengantongi restu Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar, Selasa (7/7). 

Setiap pemegang saham nantinya menerima dividen hingga Rp 25,73. Saham tersebut akan dibayarkan secara tunai pada 27 Juli 2020, berikut jadwal lengkapnya: 

- Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi : 15 Juli 2020

- Cum dividen di pasar tunai : 17 Juli 2020

- Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi : 16 Juli 2020

- Ex dividen di pasar tunai : 20 Juli 2020

- Recording date pemegang saham yang berhak atas dividen : 17 Juli 2020

- Pembayaran dividen tunai: 27 Juli 2020

Asal tahu saja, sepanjang tahun 2019 emiten dengan kode ROTI itu meraup laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga Rp 301,1 miliar. Dengan demikian, Dividend Payout Ratio (DPR) ROTI mencapai 50%. Persentase ini menurun jika dibanding DPR tahun sebelumnya yang mencapai 105,02%. Akan tetapi, DPR tersebut lebih tinggi jika dibanding tahun 2017 dan 2018 yang masing-masing 24,25% dan 34,93%.

Selain dimanfaatkan untuk dividen, sebesar Rp 2 miliar dari laba disisihkan sebagai dana cadangan. Sementara Rp 149,47 miliar lainnya dibukukan sebagai laba di tahan. 

Sekadar informasi, jika menggunakan harga saham ROTI, Rabu (8/7) pukul 14.00 WIB, yang sebesar Rp 1.210, maka dividend yield yang diterima setiap saham ROTI mencapai 2,13%. 

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...