google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Jadwal Pembagian Dividen Saham STTP, PT Siantar Top Tbk Langsung ke konten utama

Jadwal Pembagian Dividen Saham STTP, PT Siantar Top Tbk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen mi Gemez Enaak PT Siantar Top Tbk (STTP) bakal membagikan dividen tunai tahun buku 2019 sebesar Rp 100 miliar atau Rp 76,34 per saham. Angka ini setara 20,72% dari laba bersih STTP tahun lalu.

Pada 2019, Siantar Top membukukan laba tahun berjalan Rp 482,59 miliar atau meningkat 89,19% secara tahunan. Kemudian, sebesar Rp 15 miliar akan dimanfaatkan untuk dana cadangan dan Rp 367,59 miliar sebagai laba ditahan.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (14/7), pemegang saham STTP yang berhak atas dividen tersebut adalah pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per tanggal 22 Juli 2020 pukul 16.00 WIB. Berikut adalah jadwal lengkap pembagian dividen STTP tahun buku 2019:

Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 20 Juli 2020
Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 21 Juli 2020
Cum dividen di pasar tunai: 22 Juli 2020
Tanggal pencatatan ( recording date): 22 Juli 2020
Ex dividen di pasar tunai: 23 Juli 2020
Tanggal pembayaran dividen: 12 Agustus 2020

Berdasarkan data RTI, jumlah saham STTP yang beredar per 31 Maret 2020 mencapai 1,31 miliar. Sebanyak 56,76% dimiliki oleh PT Shindo Tiara Tunggal dan 43,24% oleh masyarakat.

Hingga perdagangan Selasa (14/7), harga saham STTP berada di level Rp 8.500 per saham. Pada harga tersebut, yield dividen STTP adalah sebesar 0,89%.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...