Langsung ke konten utama

Saham WSKT | Pengembalian Piutang Pemerintah kepada Waskita Karya Perbaiki Keuangan


IQPlus, (02/07) - Manajemen PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menyampaikan bahwa pengembalian piutang pemerintah kepada perseroan sebesar Rp3,71 triliun akan memperbaiki kinerja keuangan perseroan.

"Dengan pengembalian piutang pemerintah, WSKT dapat meleverage ekuitas hingga 0,54 kali atau sebesar Rp11,6 triliun," papar Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, Rabu.

Namun, lanjut dia, tanpa pengembalian piutang maka utang berbunga perseroan mencapai Rp56,7 triliun dan total liabilitas perusahaan mencapai sebesar Rp78,9 triliun. Namun, jika pembayaran piutang direalisasikan maka utang berbunga menjadi Rp52,9 triliun dan total liabilitas menjadi Rp75,2 triliun.

"Jadi besar sekali pengaruh dari pembayaran itu dan ini yang kami harapkan," ucapnya.

Apalagi, lanjut dia, dampak pandemi COVID-19 terhadap bidang usaha konstruksi dan precast cukup terasa, salah satunya mengenai progres proyek yang terkendala akibat kesulitan mendapatkan tenaga kerja, kesulitan mendapatkan bahan baku akibat terkendala pengiriman, mundurnya pembayaran akibat perlambatan progres hingga terhambatnya pengiriman produk precast kepada pelanggan.

Ia mengungkapkan seluruh pengembalian piutang dari pemerintah itu sedianya akan digunakan untuk menyelesaikan kewajiban pada perbankan dan obligasi.

Sementara itu mengenai kas perseroan, Destiawan Soewardjono mengakui bahwa perseroan sedang mengalami defisit.

"Upaya yang kami lakukan adalah meningkatkan proses penagihan piutang, mengalokasikan tagihan bruto menjadi piutang usaha, bahkan bisa dilanjut dengan pencairan sehingga akan membantu kas operasi kami," katanya.

Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan bahwa pihaknya merencanakan untuk mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada pemerintah.

"Menurut saya saat ini Waskita perlu suntikan itu. Kami akan sampaikan ke Kementrian BUMN untuk dibantu mengajukan PMN," katanya.(end)

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

DAFTAR PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI BERDASARKAN SEKTOR

Daftar perusahaan yang terdaftar di BEI | IHSG IDX Daftar perusahaan yang terdaftar di BEI berdasarkan Sektor bisa dilihat di bawah ini. Sekedar untuk informasi, Ada 9 sektor yang mencantumi komponen - komponennya yaitu Pertanian, Pertambangan, Industri Dasar, Aneka Industri, Industri Barang Konsumsi, Properti, Infrastruktur, Keuangan dan Perdagangan dan sektor khusus seperti KOMPAS 100, JII, LQ45, BISNIS 27, PEFINDO 25 dan SRI - KEHATI. Semua emiten yang tercatat di BEI juga tercatat tergantung dengan tipe usahanya dan likuidasinya sendiri. Daftar perusahaan pertanian yang terdaftar di BEI Daftar perusahaan pertanian yang terdaftar di BEI adalah sebagai berikut: Tanaman Pangan BISI International Tbk Perkebunan Astra Agro Lestari Tbk BW Plantation Tbk Gozco Plantations Tbk Jaya Agra Wattie Tbk Multi Agro Gemilang Plantation Tbk Provident Agro Tbk PP London Sumatra Tbk Salim Ivomas Pratama Tbk Sampoerna Agro Tbk SMART Tbk Tunas Baru Lampung Tb

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

CARA BACA BOLLINGER BANDS

CARA BACA BOLLINGER BANDS Bollinger Bands dibuat oleh pakar Analisa Teknikal bernama John Bollinger pada tahun 1980-an. Indikator ini merupakan derivat dari Moving Averages yang dikembangkan menjadi 2 (dua) garis, yaitu Garis Atas (atau disebut Upper Band), dan Garis Bawah (atau disebut Lower Band). Kedua garis ini membatasi pergerakan saham, dengan lebih dari 90% berada di dalamnya.  Parameter standar yang direkomendasikan oleh John Bollinger adalah 20 – 2. Artinya menggunakan MA-20 dengan 2 Standar Deviasi (2SD). Dengan demikian, Garis Atas (Upper Band) adalah hasil MA-20 ditambah 2SD, sementara Garis Bawah (Lower Band) adalah hasil MA-20 dikurang 2SD. Standar Deviasi adalah istilah untuk menunjukkan volatilitas harga, misalnya dengan mengukur perbedaan nilai harga penutupan dengan nilai rata-rata.  Semakin tinggi nilai Standar Deviasi maka menunjukkan volatilitas yang semakin tinggi, yang tercermin pada semakin lebar (renggang) jarak antara kedua garisnya (Upper Band da