google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Rekomendasi Saham MDKA, MAPI, CTRA, BBNI oleh MNC Sekuritas 13 Agustus 2020 Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham MDKA, MAPI, CTRA, BBNI oleh MNC Sekuritas 13 Agustus 2020

 MNC Daily Scope Wave

13 Agustus 2020


Pada perdagangan kemarin (12/8), IHSG kembali menguat 0,8% ke level 5,233, penguatan IHSG ini juga diiringi dengan penikatan volume. Kami memperkirakan selama IHSG tidak terkoreksi di bawah 5,119 maka pergerakan IHSG akan cenderung menguat untuk membentuk wave [c] dari wave 5 ke arah 5,250-5,300. Tetap waspadai untuk support terdekat di 5,119 dan 4,928.

Support: 5,150, 5,119

Resistance: 5,280, 5,350


MDKA - Buy on Weakness (1,810)

Kemarin (12/8), MDKA terkoreksi agresif 5,5% dan ditutup pada level 1,810 dengan tekanan jual yang cukup besar. Kami memperkirakan saat ini MDKA sudah berada di akhir wave B dari wave (5), sehingga koreksi MDKA akan relatif terbatas dan berpeluang untuk menguat kembali.

Buy on Weakness: 1,750-1,800

Target Price: 1,940, 2,200

Stoploss: below 1,690


MAPI - Buy on Weakness (695)

Pergerakan MAPI cenderung sideways dan volume perdagangannya pun masih cenderung kecil. Kami memperkirakan saat ini posisi MAPI sedang berada pada bagian dari wave (b) dari wave [b], hal ini berarti MAPI akan cederung terkoreksi terlebih dahulu sebelum akhirnya berbalik menguat.

Buy on Weakness: 665-685

Target Price: 730, 760

Stoploss: below 625


CTRA - Spec Buy (680)

Pada perdagangan kemarin (12/8), CTRA ditutup menguat 3% dan ditutup ke level 680. Kami memperkirakan posisi CTRA saat ini sedang berada di awal wave (C), hal ini berarti CTRA masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya.

Spec Buy: 660-680

Target Price: 750, 820

Stoploss: below 625


BBNI - Sell on Strength (5,125)

Kemarin (12/8), BBNI bergerak menguat 7,2% dan ditutup di level 5,125 dengan volume beli yang besar. Kami memperkirakan saat ini posisi BBNI sedang berada di akhir wave [a] dari wave 3 dari wave (C), dimana penguatan BBNI akan cenderung terbatas dan rentan terkoreksi. Adapun koreksi BBNI kami perkirakan berada pada area 4,800 hingga 5,040, area tersebut juga dapat dipergunakan sebagai area buyback.

Sell on Strength: 5,150-5,300


Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

Info Pasar : Prospek Alumunium, 16 Maret 2017

Prospek cerah, harga aluminium tahun ini bisa naik JAKARTA. Pasca koreksi yang cukup dalam, harga aluminium perlahan bangkit. Rabu (15/3) pukul 09.49 WIB, harga aluminium kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange naik 0,40% ke level US$ 1.867 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Tapi dalam sepekan, harga aluminium terkikis 0,53%. Harga aluminium menguat berkat naiknya produksi industri China. Produksi industri China di Februari 2017 tumbuh 6,3%, lebih tinggi ketimbang pertumbuhan bulan sebelumnya yang cuma 6%. Ibrahim, Direktur Garuda Berjangka, bilang, data ekonomi dari China tersebut menjadi pendorong utama kenaikan harga aluminium. Maklum, hal ini menimbulkan harapan permintaan aluminium dari Negeri Tirai Bambu akan semakin tinggi. Selain itu, kurs dollar Amerika Serikat (AS) yang turun juga mendongkrak harga. "Dollar AS melemah menjelang pengumuman hasil FOMC pada Kamis dini hari nanti," ujar Ibrahim, Rabu (15/3). Penyebabnya, pelaku pasar mela...

Kisah Pedagang Kopi di Perbatasan RI Beromzet Rp 2 Juta/Hari

Senyum mengembang selalu nampak di raut wajah Siti Badriyah. Perempuan berhijab asal Jawa Tengah itu sudah tinggal di kawasan perbatasan Papua sejak umur 7 tahun. Ia membuka usaha makanan dan kopi keliling di tapal batas Indonesia dengan Papua Nugini. Kalau di Jakarta, mungkin banyak yang menyebut profesi seperti Siti dengan sebutan 'starling', plesetan dari kata Starbucks keliling. Walau hanya berprofesi sebagai starling, bisa dibilang Siti cukup sukses di sana. Bayangkan, omzetnya saja mencapai Rp 2 juta per hari. Kalau dikalikan sebulan berarti puluhan juta omzetnya. Siti bercerita bagaimana awalnya dia bisa tinggal di wilayah perbatasan hingga mencari nafkah di sana. Sejak tahun 1982, Siti mengaku orang tuanya mengikuti program transmigrasi. Karenanya, mau tak mau Siti juga ikut kedua orang tuanya hijrah dari kampung halamannya Banyuwangi ke Papua. Bukan hal yang buruk menurutnya tinggal di kawasan tapal batas. Sebab, selain kondisinya yang juga tentram saat ini, roda ekono...