Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham WIKA, ASII, LSIP, ANTM oleh MNC Sekuritas



MNC Daily Scope Wave

31 Agustus 2020


Menutup pekan kemarin (28/8), IHSG terkoreksi 0,5% dan ditutup ke level 5,346. Meskipun terdapat fibonacci cluster yang terletak pada level 5,400 dan masih ada potensi untuk IHSG mengarah ke area tersebut, namun pergerakan IHSG saat ini sudah berada di akhir kenaikan dari wave [c] dari wave 5, sehingga IHSG rentan terkoreksi ke area 5,200-5,270 sebagai area koreksi terdekatnya.

Support: 5,260, 5,220

Resistance: 5,380, 5,400


WIKA - Buy on Weakness (1,295)

Pergerakan WIKA kemarin (28/8) menguat 2% dan ditutup ke level 1,295 dengan tekanan beli yang cukup besar. Kami memperkirakan kenaikan tersebut merupakan bagian dari wave 2 dari wave (C), setelah terkonfirmasi terbentuk wave 2, maka WIKA akan berpotensi berbalik menguat kembali.

Buy on Weakness: 1,170-1,270

Target Price: 1,450, 1,550

Stoploss: below 1,100


ASII - Spec Buy (5,325)

ASII ditutup menguat 0,5% ke level 5,325. Selama tidak terkoreksi ke bawah 5,250, maka pergerakan ASII saat ini sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [v] dari wave C, sehingga ASII masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya.

Spec Buy: 5,275-5,300

Target Price: 5,525, 5,700

Stoploss: below 5,250


LSIP - Buy on Weakness (980)

Pergerakan LSIP pada akhir pekan kemarin (28/8) menguat 1,6% namun terbatas oleh MA20. Kami memperkirakan saat ini LSIP sedang berada di awal wave (c) dari wave [v] dari wave C, sehingga diperkirakan LSIP masih berpotensi menguat.

Buy on Weakness: 960-980

Target Price: 1,050, 1,150

Stoploss: below 925


ANTM - Sell on Strength (820)

Selama ANTM belum mampu menguat dan menembus resistancenya di 865, maka penguatan ANTM kemarin (28/8) diperkirakan merupakan bagian dari wave [b] dari wave A. Hal ini berarti ANTM masih cenderung rentan terkoreksi dengan level koreksi di 740 dan idealnya di 665.

Sell on Strength: 820-850


Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da