Langsung ke konten utama

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Bangun Fasum Senilai Rp 128 Milyar di Sumatera Selatan


PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengalokasikan dana sebesar Rp128 miliar untuk membangun gedung olahraga baru, perbaikan venue Jakabaring Sport City, dan pembangunan fasilitas umum serta kendaraan pendukung tugas di Provinsi Sumatera Selatan.

Sekretaris Perusahaan PTBA, Apollonius Andwie C menjelaskan program CSR senilai Rp128 miliar ini merupakan wujud komitmen PTBA untuk membangun hubungan harmonis di tengah lingkungan yang lestari dan memberi manfaat seluas-luasnya untuk masyarakat.

"Program Kerjasama ini telah berlangsung sejak 2019 sampai dengan nanti selesai pembangunan pada 2021 mendatang," ujar Apollonius dalam siaran pers yang diterima, Rabu.

Lebih lanjut Ia menuturkan bahwa alokasi dana ini masuk dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) PTBA yang didukung dan telah ditandatangani oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

Ia menjelaskan terdapat sebanyak 11 Stadion/Gedung Olahraga baru dengan nilai proyek mulai dari Rp4 miliar sampai Rp10 miliar per gedung.

GOR tersebar di berbagai Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan mulai dari; Kabupaten Empat Lawang, Kota Pagar Alam, Kabutapen OKU Timur, Kota Prabumulih, Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Musi Rawas dan lainnya.

Dari dana CSR tersebut sambungnya, PTBA mengalokasikan Rp4,82 miliar untuk memperbaiki fasilitas dan venue-venue olahraga di Jakabaring Sport City. Terdapat 5 venue yang diperbaiki yakni venue atletic, venue aquatic, venue tenis lapangan, GOR Ranau, dan shelter Jakabaring Sport City.

Sementara di sektor fasilitas kesehatan, PTBA mengalokasikan Rp5 miliar untuk pembangunan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) beserta peralatannya di RS Islam Siti Khodijah.

Selain pembangunan GOR dan fasilitas umum, PTBA juga memberikan bantuan berupa penyediaan set peralatan pemadam kebakaran senilai Rp4,9 miliar kepada Satuan Polisi Pamong Praja Sumatera Selatan. "Peralatan terdiri dari mobil dan kendaraan pemadaman, selang dan nozzle, jaket dan helm, serta lainnya," ujarnya.

Terdapat juga bantuan berupa pengadaan lampu koridor jalan, pengadaan peralatan pemadaman kebakaran untuk Kota Palembang, dan pengadaan kendaraan dinas. (end)

Sumber: IQPLUS

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da