google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Keluarkan USD 13,75 Juta untuk Eksplorasi Agustus 2020 Langsung ke konten utama

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Keluarkan USD 13,75 Juta untuk Eksplorasi Agustus 2020


PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menyampaikan, bahwa selama Agustus 2020, pihaknya telah melakukan kegiatan eksplorasi di tiga titik pengeboran sumur minyak bumi.

Dalam laporannya, Emiten Minyak dan Gas (Migas) ini menyebutkan bahwa dana yang telah dikeluarkan untuk kegiatan tersebut sekitar US$13,75 juta selama bulan Agustus 2020. Kegiatan eksplorasi telah dikerjakan oleh anak usaha Perseroan yakni PT Medco E&P Natuna dan Salamander Energy.

Disampaikan, untuk kegiatan yang dilakukan PT Medco E&P Natuna diperkirakan telah menghabiskan dana sebanyak US$7,25 juta. Adapun pekerjaannya meliputi eksplorasi sumur Kaci 2 dan Terubuk 5 di wilayah kerja West Natuna Area.

"Kaci-2 telah rampung penilaian sumur dan Terubuk 5 sedang dilakukan penilaian, Setelah itu akan memindahkan rig ke sumur West Belut -I,"papar Manajemen Medco.

Sementara itu, pada wilayah kerja Enggor -Lawin PM310 Penyu Infill LLKN, Batu Arang menghabiskan diestimasi telah menelan biiaya eksploras sekitar US$6,5 juta pada periode tersebut.

"Wilayah kerja yang telah disurvei mencapai 6.318,4 KM atau 11,7 persen dari total wilayah kerja 54.022 KM,"tulis Medco. (ed/as)

SUmber: IQPLUS


Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham MYRX | PT Hanson Internasional Tbk Akan Rights Issue

Emiten properti, PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) berencana melakukan rights issue dengan target dana hingga Rp16 triliun, guna membangun Grand Jakarta. Direktur Hanson Internasional Rony Agung Suseno mengungkapkan, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Dia memerinci, RUPS menyetujui tiga agenda. Pertama, penambahan modal dasar Hanson. Kedua, persetujuan penambahan modal yang ditempatkan dan disetor dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rony menuturkan, perseroan berencana melakukan penawaran umum terbatas IV. Ketiga, persetujuan penggunaan dana rights issue untuk modal kerja dan anak perusahaan. Dia mengungkapkan dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi Hanson dan anak usaha. "Target rights issue sebanyak-banyaknya 87,82 miliar lembar saham dengan nominal Rp22 per saham, yang kami keluarkan adalah seri C. Target paling lama, akhir Desember, karena kami pakai buku Juni," ungkapny...

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

INI PENJELASAN PAN BROTHERS TERKAIT AKSI UNJUK RASA KARYAWAN PABRIK DI BOYOLALI

Ribuan karyawan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) melakukan unjuk rasa di depan pabriknya pada Rabu (5/5/2021). Pasalnya, unjuk rasa yang akhirnya mendorong karyawan melakukan mogok kerja tersebut, dipicu adanya informasi jika gaji mereka bulan ini akan dicicil dua kali. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini juga akan dicicil delapan kali. Terkait hal tersebut, Corporate Secretary Pan Brothers Iswar Deni menjelaskan bahwa, adanya kesalah pahaman dari penerimaan info yang disampaikan ke karyawan dan karyawati dan mengakibatkan simpang siurnya berita yang muncul di media "Pagi tanggal 5 Mei 2021 kami mengumumkan secara lisan kepada seluruh karyawan dan karyawati kami, bahwa saat ini kondisi Arus Kas / Cash Flow perusahaan agak ketat, sehubungan dengan pemotongan modal kerja (bilateral) dari pihak perbankan sehingga tersisa sepuluh persen dari kondisi sebelumnya dan ini mengganggu arus kas,"kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, di Kamis, (6/5). Oleh karena itu, de...