Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham ACES, CPIN, ASII dan HOKI


MNC Daily Scope Wave

16 September 2020

Kemarin (15/9), IHSG ditutup terkoreksi 1,2% ke level 5,100. Seperti yang kami sampaikan kemarin, bahwa penguatan IHSG sudah cenderung terbatas dan rentan untuk terkoreksi. Kami informasikan dan ingatkan bahwa masih ada gap yang terbentuk di area 5,016-5,059, dimana gap tersebut menjadi area koreksi minimal IHSG. Tetap waspadai akan adanya koreksi lanjutan pada IHSG untuk membentuk wave [v] pada skenario biru ke arah 4,500-4,650, apabila IHSG kembali terkoreksi agresif ke bawah 4,753.

Support: 4,879, 4,753

Resistance: 5,220, 5,381

ACES - Buy on Weakness (1,555)

Kemarin (15/9), ACES ditutup terkoreksi 1,6% ke level 1,555 dengan tekanan jual yang cukup besar. Kami perkirakan ACES akan rentan bergerak terkoreksi dahulu untuk membentuk wave 2 dari wave (C). Setelahnya, ACES berpeluang berbalik menguat untuk membentuk awal wave 3.

Buy on Weakness: 1,500-1,530

Target Price: 1,650, 1,730

Stoploss: below 1,370

CPIN - Buy on Weakness (6,025)

CPIN terkoreksi 2,8% dan ditutup di level 6,025 pada perdagangan kemarin (15/9). Selama CPIN belum mampu menembus resistance terdekatnya di 6,250, maka CPIN kami perkirakan masih akan terkoreksi untuk membentuk wave [b]. Setelahnya, CPIN berpotensi menguat kembali apabila sudah mengkonfirmasi wave [b] selesai.

Buy on Weakness: 5,725-5,950

Target Price: 6,600-6,900

Stoploss: below 5,225

ASII - Buy on Weakness (4,820)

ASII sudah pernah kami rekomendasikan pada 11 Sept lalu dan telah mengenai target minimal kami di 4,800. Saat ini kami perkirakan posisi ASII sudah berada di akhir wave [a] dari wave B, sehingga ASII diperkirakan terkoreksi dahulu untuk membentuk wave [b] dari wave B. Setelahnya, ASII akan berpeluang menguat, dengan catatan tidak terkoreksi menembus 4,310.

Buy on Weakness: 4,540-4,740

Target Price: 4,940, 5,240

Stoploss: below 4,310

HOKI - Sell on Strength (775)

Kami memperkirakan saat ini HOKI sedang berada di akhir wave [v] dari wave C dari wave (A), sehingga HOKI rentan untuk terkoreksi. Diperkirakan koreksi HOKI terdekatnya berada pada level 765 dan selanjutnya pada level 725.

Sell on Strength: 785-830

Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da