Langsung ke konten utama

Rekomendasi Saham ASII, BRPT, EXCL, SIDO oleh Mirae Asset Sekuritas 11 September 2020


MNC Daily Scope Wave

11 September 2020

IHSG kembali ditutup terkoreksi pada perdagangan kemarin (10/9) dan kali ini dengan tekanan jual yang agresif. Kami memperkirakan masih terdapat potensi koreksi pada IHSG pada level 4,800-4,820 untuk membentuk wave [iii] dari wave A atau wave A pada skenario merah. Selanjutnya, IHSG berpotensi menguat kembali ke area 5,000 untuk membentuk wave [iv].

Support: 4,712, 4,460

Resistance: 5,000, 5,140


ASII - Buy on Weakness (4,560)

ASII ditutup terkoreksi agresif 6,9% ke level 4,560 dengan tekanan jual yang tinggi dan candle yang membentuk gravestone doji. Kami perkirakan ASII masih berpotensi untuk melanjutkan koreksinya namun cenderung terbatas untuk membentuk wave [c] dari wave A. Setelah terkonfirmasi, maka ASII berpeluang menguat untuk membentuk wave B.

Buy on Weakness: 4,330-4,500

Target Price: 4,800, 4,900

Stoploss: below 4,000


BRPT - Buy on Weakness (745)

BRPT ditutup terkoreksi 6,9% ke level 745 namun dengan volume perdagangan yang kecil. Kami memperkirakan saat ini BRPT sudah berada di akhir wave [v] dari wave C dari wave (B), sehingga koreksi BRPT akan relatif terbatas 

Buy on Weakness: 700-745

Target Price: 850, 950

Stoploss: below 600


EXCL - Buy on Weakness (2,040)

Kami memperkirakan pergerakan EXCL saat ini sudah berada di akhir wave [iii] dari wave C dari wave (B), sehingga EXCL meskipun masih rentan terkoreksi namun cenderung terbatas. Setelah terkonfirmasi membentuk wave [iii], maka EXCL berpeluang menguat dalam jangka pendek membentuk wave [iv].

Buy on Weakness: 2,000-2,040

Target Price: 2,140, 2,200

Stoploss: below 1,900


SIDO - Sell on Strength (1,385)

Target SIDO yang kami rekomendasikan pada tanggal 2 September 2020 lalu sudah tercapai, dan saat ini kami memperkirakan SIDO sedang berada dalam fase korektifnya. Diperkirakan koreksi SIDO akan berada pada area 1,300-1,350.

Sell on Strength: 1,385-1,440


Disclaimer On

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da