Langsung ke konten utama

Ulasan Pasar Global | 17 September 2020

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market


(Sept 17, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

S&P 500 berakhir sedikit lebih rendah; Penurunan teknologi membebani meskipun Fed menyatakan suku bunga rendah

S&P 500 mengakhiri sesi berombak sedikit lebih rendah pada hari Rabu karena kerugian di saham teknologi membebani indeks bahkan setelah Federal Reserve AS mengeluarkan pernyataan yang memperkuat ekspektasi suku bunga akan tetap mendekati nol untuk periode yang lama.

Dow Jones Industrial Average naik 38,17 poin atau 0,14% menjadi 28.033,77. S&P 500 kehilangan 15,62 poin atau 0,46% menjadi 3.385,58. Nasdaq Composite turun 139,86 poin atau 1,25% menjadi 11.050,47.

Indeks awalnya memperpanjang kenaikan dan Dow sempat naik lebih dari 1% dalam perdagangan sore setelah Fed dalam pernyataan kebijakannya mempertahankan suku bunga mendekati nol dan berjanji untuk mempertahankannya di dekat sana sampai inflasi berada di jalur untuk "cukup melebihi" 2 bank sentral AS % target inflasi "untuk beberapa waktu". Proyeksi ekonomi baru yang dirilis dengan pernyataan kebijakan menunjukkan sebagian besar pembuat kebijakan melihat suku bunga ditahan setidaknya hingga 2023.

Eropa

Reli ritel membantu bursa Eropa menjelang pernyataan Fed

Saham ritel melonjak setelah hasil yang kuat dari pemilik Zara Inditex pada hari Rabu, tetapi itu adalah sesi yang beragam untuk pasar Eropa yang lebih luas, dengan pengekspor FTSE 100 Inggris terpukul oleh pound yang lebih kuat.

Indeks STOXX 600 Eropa ditutup naik 0,6%.

Investor sedang menunggu rilis Federal Reserve AS, yang diperkirakan akan menyelesaikan pertemuan kebijakan terbaru dengan perkiraan ekonomi yang agak cerah tetapi janji baru untuk mempertahankan suku bunga rendah selama AS perlu pulih dari resesi yang disebabkan pandemi. Pengumuman kebijakan akan jatuh tempo pada 1800 GMT, dan Ketua Fed Jerome Powell akan mengadakan briefing berita virtual setengah jam kemudian. Inditex ITX.MC Spanyol adalah pemain bintang setelah mengatakan perdagangan saat ini menunjukkan kembali normalitas secara progresif, dengan penjualan online tumbuh tajam dan penjualan toko pulih. Sahamnya melonjak 8,1%, sedangkan sektor ritel yang lebih luas .SXRP naik 1,3%.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da