Langsung ke konten utama

Ulasan Pasar Global | 3 September 2020


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(Sept 3, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Wall Street ditutup lebih tinggi dengan taruhan defensif di depan

S&P 500 ditutup lebih tinggi pada hari Rabu untuk kesembilan kalinya dalam 10 sesi terakhir, dengan saham defensif dan nilai bergiliran untuk memimpin kenaikan setelah data menunjukkan penggajian swasta AS meningkat bulan lalu, tetapi pada kecepatan yang jauh lebih lambat dari yang diharapkan.

Dow Jones naik 454,84 poin atau 1,59% menjadi ditutup pada 29.100,5. S&P 500 naik 54,19 poin atau 1,54% menjadi 3.580,84. Komposit Nasdaq bertambah 116,78 poin atau 0,98% menjadi 12.056,44.

Laporan "Beige Book" Federal Reserve menunjukkan sedikit peningkatan dalam aktivitas bisnis AS dan peningkatan lapangan kerja hingga akhir Agustus, sementara pertumbuhan ekonomi tetap lesu di beberapa bagian negara. Blue-chip Dow naik lebih dekat ke rekor tertinggi 12 Februari, datang hanya 1,6% di bawah tonggak sejarah sementara Nasdaq yang padat teknologi, yang menutup sesi hampir 23% di atas tertinggi sebelum krisis, naik pada kecepatan yang lebih lambat di Rabu.

Eropa

Bursa Eropa menghentikan penurunan beruntun empat hari karena penguatan sektor teknologi dan kimia

Bursa Eropa ditutup lebih tinggi pada hari Rabu karena tanda-tanda pemulihan dalam aktivitas manufaktur global membantu saham kimia dan industri, sementara sektor teknologi menandai penutupan terkuatnya dalam lebih dari 19 tahun, mengikuti kenaikan di Wall Street.

Indeks STOXX 600 Eropa naik 1,7%.

Sektor bahan kimia .SX4P berakhir pada rekor tertinggi karena data manufaktur positif dari zona euro, Amerika Serikat dan China minggu ini menunjukkan pemulihan aktivitas pabrik global. Saham teknologi lokal .SX8P mencerminkan kenaikan di rekan-rekan AS mereka, berakhir di level terkuat mereka sejak 2001. Sektor ini lebih tangguh daripada kebanyakan melalui pandemi, setelah berubah positif untuk tahun ini pada awal Juli. Namun, data inflasi yang lemah dan kurangnya kemajuan yang jelas terhadap pandemi menambah pemulihan ekonomi yang tidak merata, kekhawatiran yang telah membuat STOXX 600 dalam kisaran perdagangan yang ketat sejak Juni.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da