Langsung ke konten utama

Ulasan Pasar Global | 7 September 2020


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Sept 7, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

Wall Street berakhir lebih rendah karena kekalahan Nasdaq berlanjut

Nasdaq ditutup lebih rendah pada hari Jumat meskipun jauh di atas sesi rendah karena aksi jual mereda di sore hari setelah investor melepas saham teknologi kelas berat karena kekhawatiran tentang penilaian tinggi dan pemulihan ekonomi yang tidak merata.

Dow Jones turun 159,42 poin atau 0,56% menjadi ditutup pada 28.133,31. S&P 500 kehilangan 28,1 poin atau 0,81% menjadi 3.426,96. Nasdaq Composite turun 144,97 poin atau 1,27% menjadi 11.313,13.

Nasdaq ditutup lebih rendah pada hari Jumat meskipun jauh di atas sesi rendah karena aksi jual mereda di sore hari setelah investor melepas saham teknologi kelas berat karena kekhawatiran tentang penilaian tinggi dan pemulihan ekonomi yang tidak merata. Sementara itu aksi jual pada hari Kamis telah mencerminkan kekhawatiran investor bahwa penilaian untuk orang-orang terkenal di Nasdaq telah terlalu panas, kekhawatiran diperburuk pada hari Jumat oleh Financial Times (FT) dan lainnya yang melaporkan bahwa perdagangan opsi oleh Softbank Jepang telah meningkatkan saham-saham ini. Sebelumnya pada hari Jumat, laporan ketenagakerjaan yang diawasi ketat oleh Departemen Tenaga Kerja menunjukkan tingkat pengangguran meningkat menjadi 8,4% dari 10,2% pada Juli, lebih baik dari yang diperkirakan analis. Penggajian non pertanian meningkat kurang dari yang diharapkan bulan lalu.

Eropa

Bursa Eropa mengakhiri sesi whipsaw lebih rendah karena penurunan saham teknologi

Bursa Eropa berakhir lebih rendah dalam sesi perdagangan liar pada hari Jumat karena saham teknologi mengikuti kerugian di Wall Street, sementara pembicaraan merger antara dua pemberi pinjaman utama Spanyol mengangkat indeks perbankan.

Indeks STOXX 600 Eropa menetap 1,1% lebih rendah menjadi 361,9.

Indeks Wall Street anjlok karena kerugian di sektor teknologi, yang turun tajam dari rekor tertinggi setelah memimpin rebound dari posisi terendah yang didorong oleh pandemi. Sektor teknologi Eropa .SX8P turun 2,7% menjadi berakhir pada satu bulan terendah, berkinerja buruk rekan-rekannya untuk minggu ini dengan penurunan 4,1%. Pengembang perangkat lunak Jerman Nemetschek (NEKG.DE) mencatatkan rekor terendah STOXX 600, turun 9,4%. Di sisi lain, Bankia (BKIA.MC) dan Caixabank (CABK.MC) menandai keuntungan dua digit setelah kedua bank Spanyol mengatakan mereka sedang mempertimbangkan merger untuk menciptakan pemberi pinjaman terbesar di negara itu.

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Berapa Harga Rights Issue BRI? Ini Kata Bos BRI

Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saat ini masih belum menentukan harga pelaksanaan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) perusahaan. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno K. mengatakan untuk menentukan harga pelaksanaan rights issue ini, perusahaan akan mempertimbangkan faktor makro dan industri serta kinerja dan fluktuasi harga saham perusahaan. Selain itu juga, mempertimbangkan masukan dari pemegang saham. "Harga akan disampaikan kalau sudah proses registrasi ke OJK [Otoritas Jasa Keuangan] dan akan dipublikasikan dalam prospektus untuk penetapan harga pricing-nya," kata Viviana dalam konferensi pers usai RUPSLB BRI, Kamis (22/7/2021). Berdasarkan prospektus yang disampaikan perusahaan, harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai sebagaimana diatur Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Adapun a

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memegang kontr

Buyback Saham BBNI, SCMA, ROTI, MEDC dan PALM

Sejumlah emiten berencana membeli kembali saham atawa buyback. Sepanjang bulan Juli 2021, sudah ada lima emiten yang mengumumkan akan melakukan buyback. Terbaru, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mengalokasikan dana maksimal hingga Rp 1,7 triliun untuk pembelian kembali saham. Adapun buyback yang akan dilakukan pada periode 22 Juli 2021 hingga 21 Oktober 2021 itu akan membeli sebanyak-banyaknya 20% dari jumlah modal disetor dan paling sedikit 7,5% dari modal disetor. Dalam keterbukaan informasinya, manajemen emiten perbankan plat merah itu mengungkapkan, saham BBNI mengalami tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19. Sahamnya melorot 25% secara year to date (ytd) menjadi Rp 4.640 per 30 Juni 2021. " Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0,75 kali atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali," seperti yang tertulis da