google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo MASIH BERGULIR, GRAND KARTECH SUSUN RENCANA PERDAMAIAN TERKAIT PERMOHONAN PKPU Langsung ke konten utama

MASIH BERGULIR, GRAND KARTECH SUSUN RENCANA PERDAMAIAN TERKAIT PERMOHONAN PKPU



Manajemen PT Grand Kartech Tbk (KRAH) mengaku pihaknya masih penyusunan rencana perdamaian terakit perkara Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang saat ini masih berlangsung.

Dalam keterangan tertulisnya, Manajemen KRAH mengaku bahwa, nilai Gugatan pemohon PKPU adalah masing-masing atas nama PT. Putra Mas Anugerah sebesar RP. 757.612.130 dan PT Agung Daya Kreasi adalah sebesar Rp. 416,050.250.

Terkait kesiapan pembayaran dalam proses PKPU, menurut Manajemen KRAH, tidak bisa dilakukan pembayaran kepada pemohon saja namun harus diselesaikan hutang perseroan kepada semua kreditur melalui rencana perdamaian yang berisi skema penyelesaian kewajiban utang atau restrukturisasi utang kepada seluruh Kreditur termasuk kepada Para Pemohon PKPU.

"Oleh karena itu, sampai dengan saat ini kami masih dalam tahap penyusunan rencana perdamaian untuk kemudian di daftarkan kepada Pengadilan Niaga."terang Manajemen KRAH.

Diketahui pada tanggal 22 Juli 2020, PT Grand Kartech Tbk (KRAH) telah menerima Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) oleh Pemohon yaitu PT. Putra Mas Anugerah dan PT. Agung Daya Kreasi di Pengadilan Jakarta Pusat. Pada tanggal 18 Agustus 2020, Pengadilan memutus perkara dengan menolak permohonan yang diajukan oleh Para Pemohon.

Hubungan Perseroan dengan masing Kreasi adalah hubungan debitur dengan kreditur. Perseroan mempunyai hutang terhadap PT Jaya Electrical Utama tersebut mengalihkan hak tagih (cassie) kepada PT. Putra Mas Anugerah dan PT. Agung Daya Kreasi. Perseroan memiliki hutang kepada perusahaan dimaksud dan sampai saat ini Perseroan belum mampu untuk membayar. (end/as)

Sumber: iqplus

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...